Tautan-tautan Akses

Lebanon Desak Mitra Internasional Segera Kucurkan Bantuan


Presiden Lebanon Michel Aoun di istana Baabda. (Foto: dok).

Presiden Lebanon Michel Aoun, Senin (6/4), menyerukan kepada donor-donor internasional untuk menyediakan bantuan finansial bagi negara itu. Lebanon, yang sedang dilanda krisis ekonomi parah ini, menurutnya semakin kesulitan dengan munculnya wabah virus corona.

Berbicara dalam sebuah pertemuan Kelompok Dukungan Internasional bagi Lebanon, ia secara khusus mendesak para donor untuk mengucurkan dana hibah dan pinjaman sebesar 11 miliar dolar yang mereka janjikan pada konferensi Paris 2018.

Seruan Aoun itu disampaikan sewaktu pemerintahnya bersiap meluncurkan rencana reformasi yang sudah lama ditunggu-tunggu dan dituntut mitra-mitra internasionalnya.

"Mengingat bahaya dari situasi finansial sekarang, dan dampak ekonominya yang signifikan terhadap warga dan pengungsi, program reformasi kami akan membutuhkan dukungan finansial eksternal," kata Aoun kepada para duta besar dari negara-negara anggota kelompok itu di Istana Kepresidenan di Baabda.

Lebanon saat ini berada dalam situasi terparah dalam krisis ekonomi terburuknya sejak perang saudara dari tahun 1975 hingga tahun 1990. Nilai mata uang Lebanon, pound, telah kehilangan sepertiga nilainya di pasar gelap. Harga barang-barang kebutuhan konsumen meroket, sementara pengangguran meningkat pada saat keseluruhan negara itu memberlakukan lockdown karena wabah virus corona.

Kabinet Perdana Menteri Hassan Diab, yang baru terbentuk Januari lalu, menjanjikan rencana reformasi berjangkauan luas untuk mengatasi krisis itu. Namun wabah virus corona mempersulit usaha reformasi itu.

"Hari ini, kami berusaha menghadapi semua krisis tersebut dan segala konsekuesinya, dan kami menyambut bantuan internasional apa saja,” kata Diab.

Ia mengatakan, mitra-mitra internasional memiliki tangungjawab dalam membantu Lebanon menanggulangi beban menampung puluhan ribu pengungsi Palestina dan sedikitnya 1,5 juta pengungsi Suriah. Ia mengatakan, akan terjadi bencana kesehatan besar jika virus itu berjangkit di kamp-kamp pengungsi. [ab/uh]

XS
SM
MD
LG