Tautan-tautan Akses

Lebanon Mulai Pengeboran Minyak Lepas Pantai di Tengah Krisis


Presiden Lebanon Michel Aoun (tengah) berpidato pada peresmian pengeboran minyak lepas pantai (foto: dok).

Presiden Lebanon, hari Kamis (27/2), meresmikan eksplorasi pengeboran minyak dan gas lepas pantai pertama negara di Laut Tengah itu, dan menyebutnya, sebagai "hari bersejarah" bagi negara yang kekurangan dana itu.

Michel Aoun berbicara di atas Tungsten Explorer, kapal pengebor sumur eksplorasi pertama yang terletak sekitar 30 kilometer di lepas pantai dari ibukota Beirut.

“Ini hari yang membahagiakan bagi kami dan semua warga Lebanon, serta berharap semua mimpi kita dapat terwujud. Itu adalah hari bersejarah,” kata Aoun.

Upacara di laut itu sangat kontras dengan krisis keuangan yang melumpuhkan ekonomi Lebanon, termasuk krisis likuiditas yang mendalam dan lonjakan utang publik. Krisis itu memicu protes terhadap sejumlah lembaga keuangan - termasuk pengrusakan mesin-mesin ATM dan beberapa cabang bank.

Lebanon menjadi salah satu negara di dunia dengan rasio utang tertinggi terhadap PDB, yaitu sekitar $ 87 miliar atau lebih dari 150% PDB negara tersebut. Di tengah guncangan ekonomi dan keuangan, saat ini pemerintah Lebanon mempertimbangkan apakah akan membayar atau melakukan gagal bayar terhadap hutang Eurobond sebesar $ 1,2 miliar, yang akan jatuh tempo bulan depan.

Lebanon tidak pernah gagal membayar hutangnya. Gagal bayar bisa memperburuk ekonomi nasional dan sistem perbankan Lebanon, yang hingga krisis keuangan baru-baru ini merupakan salah satu sektor ekonomi yang bereputasi dan paling menguntungkan.

Para ahli mengatakan diperlukan waktu bertahun-tahun sebelum Lebanon dapat memompa minyak dan menuai keuntungan dari sumur minyak yang ditemukan di perairan Lebanon.

Di kapal tersebut, Perdana Menteri Hassan Diab menyatakan eksplorasi pengeboran ‘memberi secercah sinar di tengah kegelapan’ dan berharap menjadi awal transformasi bagi Lebanon untuk menjadi negara penghasil minyak.

Kantor media Kementerian Energi Lebanon menjelaskan pengeboran akan dimulai dalam beberapa hari mendatang, setelah tibanya peralatan pengeboran dan sejumlah pasokan dari pangkalan logistik di Pelabuhan Beirut.

Pada tahun 2017, Lebanon mengeluarkan sejumlah lisensi bagi konsorsium internasional yang dipimpin oleh Total milik Perancis, ENI dari Italia dan Novatek milik Rusia untuk eksplorasi minyak dan gas lepas pantai di dua dari 10 (sepuluh) blok di Laut Tengah, termasuk yang sebagian diklaim oleh Israel. [mg/ii]

Recommended

XS
SM
MD
LG