Tautan-tautan Akses

Era Castro Berakhir, Majelis Nasional Kuba Bersiap Pilih Kepemimpinan Baru


Wapres Kuba Miguel Diaz-Canel diperkirakan akan menjadi pemimpin baru Kuba menggantikan Raul Castro.

Warga dari setiap generasi di Kuba minggu ini akan menyaksikan saat Raul Castro meninggalkan kursi kepresidenan sebagai bagian dari penyerahan kekuasaan kepada sekelompok pemimpin yang lebih muda.

Tidak banyak yang memperkirakan akan ada perubahan besar atau cepat di Kuba, negara yang diperintah oleh partai yang sama selama enam dekade. Tetapi peralihan ini memicu sejumlah harapan bahwa pemimpin generasi baru akan membuat kemajuan pada masalah-masalah besar termasuk ekonomi yang sejak lama tidak mampu memberikan gaji yang baik pada rakyat.

Kuba juga berharap untuk meningkatkan hubungan dengan Amerika. Sidang parlemen selama dua hari dimulai Rabu (18/4) pagi untuk memilih presiden baru negara itu, yang secara luas diperkirakan akan memilih Wakil Presiden saat ini Miguel Diaz-Canel yang berusia 57 tahun.

Ia akan menjadi presiden pertama yang tidak berasal dari keluarga Castro sejak tahun 1976, meskipun Fidel dan saudaranya Raul Castro telah memerintah negara kepulauan itu sejak Revolusi 1959.

Jika terpilih, Diaz-Canel harus menghadapi ekonomi yang mengalami kemunduran dan program reformasi yang terhenti, sementara ia harus meyakinkan tokoh-tokoh lama yang cemas dalam partai dan pemerintah, bahwa ia akan melindungi sistem sosialis. [my/jm]

Recommended

XS
SM
MD
LG