Tautan-tautan Akses

AS

Laporan: Para Pejabat Obama Berupaya Lindungi Info tentang Peretasan Rusia


Juru bicara Gedung Putih, Sean Spicer di Washington DC, 14 Februari 2017 (Foto: dok).

The New York Times melaporkan bahwa beberapa pejabat dari pemerintahan Presiden Barack Obama berupaya untuk membuat informasi mengenai kemungkinan kaitan antara kampanye Donald Trump dan para pejabat Rusia lebih mudah untuk ditemukan oleh para penyelidik kelak.

The Times melandaskan laporannya pada pernyataan lebih dari enam pejabat dan mantan pejabat, yang sebagian menyatakan mereka “berbicara untuk menarik perhatian mengenai materi tersebut dan memastikan adanya penyelidikan yang sesuai oleh Kongres.”

Menurut laporan tersebut, informasi itu berasal dari berbagai sekutu Amerika, termasuk Inggris dan Belanda, yang menyebutkan pertemuan antara para pejabat Rusia dan kolega-kolega Trump yang berlangsung di berbagai kota di Eropa. Laporan itu juga mengemukakan badan intelijen Amerika menangkap pembicaraan para pejabat Rusia yang sedang membahas kontak dengan para kolega Trump.

Trump menyangkal laporan terdahulu The Times bahwa pihak berwenang Amerika memiliki informasi mengenai kontak berulang kali antara orang-orang yang terkait dengan kampanye Trump dan para pejabat intelijen Rusia.

Juru bicara Gedung Putih Sean Spicer mengatakan laporan baru itu tidak benar.

“Satu-satunya informasi baru yang muncul adalah para pejabat dalam pemerintahan Obama telah berusaha menciptakan cerita palsu untuk dijadikan alasan atas kekalahan mereka dalam pemilu,” tulis Times mengutip Spicer.

Suatu evaluasi intelijen yang diperintahkan oleh Obama menyimpulkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan suatu upaya mencampuri pemilihan presiden Amerika November lalu dengan tujuan membantu memperbesar peluang kemenangan Trump.

The Times menyatakan bahwa dalam hari-hari terakhir pemerintahan Obama, ada pejabat-pejabat yang berupaya memproses informasi intelijen mentah menjadi laporan yang ditetapkan dalam tingkat kerahasiaan rendah, guna memastikan lebih banyak orang yang dapat melihatnya, dan untuk menyampaikan laporan serta informasi sensitif ke para anggota Kongres.

Surat kabar itu menyatakan bahwa menurut para mantan pejabat senior, Obama sendiri tidak terlibat dalam kegiatan tersebut. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG