Tautan-tautan Akses

Trump Akui Campur Tangan Rusia dalam Pemilu November


ARSIP – Presiden AS terpilih, Donald Trump, berbicara selama perhelatan tur “USA Thank You” di Cincinnati (1/12/2016). Pemerintah Rusia bersikeras menampik campur tangan yang dilakukannya dalam pemilu AS atau dukungannya pada salah satu kandidat. (foto: AP Photo/Evan Vucci)

Presiden terpilih Amerika Donald Trump hari Rabu mengakui bahwa Rusia mencampuri pemilu bulan November tapi mengatakan bahwa jika Presiden Rusia Vladimir Putin menyukainya ia menganggapnya sebagai “sebuah aset bukan beban.”

Dalam konferensi pers pertamanya dalam hampir enam bulan, Trump mengatakan meskipun Putin mendukung pencalonannya dari calon Partai Demokrat, Hillary Clinton ia akan lebih kuat menghadapi pemimpin Rusia itu di panggung dunia ketika ia mulai menjabat minggu depan.

“Apakah anda yakin Hillary Clinton akan lebih kuat dari pada saya?” kata Trump. “Yang benar saja.”

Ia menyangkal punya kepentingan finansial di Rusia dan mengatakan “Saya tidak punya kesepakatan di Rusia, tidak akan terjadi kesepakatan, tidak ada hutang di Rusia.”

Ditanya mengenai peretasan komputer yang diyakini pejabat intelijen Amerika diperintah oleh Putin, Trump mengatakan. “Putin seharusnya tidak melakukannya.”

Presiden terpilih itu menampik laporan-laporan bahwa Rusia mengumpulkan informasi tidak senonoh yang merugikannya dan pejabat kampanyenya bersekongkol dengan intelijen Rusia.

Trump mengatakan “saya kira memalukan bahwa itu dirilis.” “Semuanya adalah berita palsu. Tidak terjadi.”

Berdiri didepan 10 bendera Amerika dan menghadap 250 wartawan, Trump mengumumkan bahwa dua putranya yang sudah dewasa, Donald Trump Jr. dan Eric serta salah seorang pimpinan Trump Organization akan menjalankan kepentingan bisnis globalnya dengan aset kepemilikannya yang besar dalam sebuah perwalian meskipun bukan dana perwalian bebas dimana ia tidak mengetahui kepemilikannya apabila ia menjadi presiden tanggal 20 Januari.

“Mereka tidak akan membahasnya dengan saya” kata Trump mengenai putra-putranya.

“Saya menyerahkan wewenang sepenuhnya kepada putra-putra saya.” Konferensi pers terakhir Trump adalah 27 Juni ketika ia memulai komentarnya dengan mengecam saingannya Hillary Clinton karena berbulan-bulan tidak berbicara kepada pers.

“Sudah 235 hari sejak Hillary Clinton mengadakan konferensi pers” kata Trump ketika itu.

“Dan anda sebagai wartawan menurunkan laporan-laporan yang bagus mengenai Clinton, harus bertanya sendiri mengapa.”

Presiden-presiden Amerika yang paling moderen mengadakan konferensi pers dalam beberapa hari setelah memenangkan jabatan Gedung Putih sementara Trump memasang pesan lebih dari 1,600 di Twitter sejak kemenangannya dan memberi pernyataan singkat selama transisinya menjelang dilantik 20 Januari. Ia belum bertemu secara resmi dengan para wartawan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan.

Trump punya banyak kepentingan bisnis di Amerika dan di luar negeri, lapangan golf, hotel, bangunan kantor dan produk-produk konsumen, menimbulkan pertanyaan mengenai pengaturan bisnisnya sementara ia menjalankan pemerintahan Amerika dan membuat kebijakan.

Pejabat etika yang bekerja untuk Presiden Barack Obama dan pendahulunya, Presiden George W. Bush mengatakan jika tidak menempatkan aset-asetnya yang besar dalam dana perwalian yang tidak bisa dia atur, maka itu akan membuatnya terbuka pada pertanyaan yang berulang-ulang apakah kebijakan yang diambilnya sebagai presiden tidak akan menguntungkan kepentingan finansialnya. [my/al]

XS
SM
MD
LG