Tautan-tautan Akses

Kuba akan Miliki Presiden Pertama non-Castro dalam 60 Tahun


Presiden Kuba Raul Castro (kanan) tersenyum dan bertepuk tangan saat Wakil Presiden Pertama Miguel Diaz-Canel terpilih sebagai kandidat untuk menggantikannya sebagai presiden, dalam sidang Majelis Nasional di Havana, 18 April 2018.
Presiden Kuba Raul Castro (kanan) tersenyum dan bertepuk tangan saat Wakil Presiden Pertama Miguel Diaz-Canel terpilih sebagai kandidat untuk menggantikannya sebagai presiden, dalam sidang Majelis Nasional di Havana, 18 April 2018.

Miguel Diaz-Canel, yang telah lama menjadi deputi Raul Castro, akan menjadi presiden baru Kuba, Kamis (19/4). Ia akan menjadi presiden pertama Kuba yang bukan berasal dari keluarga Castro dalam hampir 60 tahun ini.

Wakil Presiden Pertama Diaz-Canel ditunjuk sebagai satu-satunya kandidat presiden pada hari Rabu (18/4), sebagai bagian dari proses dua hari. Proses itu berakhir Kamis ini dengan pemungutan suara oleh para anggota Majelis Nasional serta pengumuman resmi hasilnya.

Prosedur ini berbeda dengan pada masa lalu, di mana majelis biasanya memilih presiden dan mengeluarkan pengumuman pada hari yang sama. Pemungutan suara juga hampir selalu berlangsung dalam kerahasiaan, sesuai dengan kehendak pimpinan tertinggi negara itu.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Heather Nauert mengatakan peralihan itu menjadi “keprihatinan besar” bagi pemerintahan Trump karena tidak demokratis.

“Kami ingin warga negara memiliki suara dalam masalah politik, dan ini tampaknya warga biasa tidak akan memiliki suara. Mereka pada dasarnya tidak memiliki pilihan yang nyata dan signifikan karena ini bukan suatu proses demokratis,” kata Nauert. Ia menambahkan pemerintahan Trump ingin melihat “Kuba yang lebih bebas dan demokratis,” tetapi “tidak terlalu optimistis” mengenai hal itu.

Baca juga: Wapres Kuba Dinominasikan sebagai Satu-satunya Calon Presiden

Presiden baru ini akan menggantikan Raul Castro yang berusia 86 tahun dan mengundurkan diri setelah berkuasa selama dua kali lima tahun masa jabatan. Mendiang kakak Raul, Fidel, menjadi perdana menteri dan presiden setelah revolusi bersenjata Kuba tahun 1959, hingga ia sakit tahun 2006. Diaz-Canel tampaknya berhaluan liberal sosial dan dianggap sebagai pengganti yang dapat diterima bagi para pemimpin lanjut usia yang turut berjuang dalam revolusi Kuba.

Kongres akan memilih pimpinan majelis sebelum memilih presiden dan anggota lain Dewan Negara, badan pemerintah tertinggi Kuba. [uh]

Recommended

XS
SM
MD
LG