Tautan-tautan Akses

Krisis Teluk, Laba Qatar Airways Naik Jadi 540 Juta Dolar


CEO Qatar Airways Akbar al-Baker berbicara dalam sebuah konferensi pers selama ajang the Arabian Travel Market Exhibition di Dubai, Uni Emirat Arab, Senin, 24 April 2017 (foto: AP Photo/Kamran Jebreili)

Keuntungan bersih Qatar Airways sebagaimana diumumkan dalam laporan keuangan terbaru pada hari Minggu (11/6) sebelum maskapai itu diblokir untuk terbang ke sebagian negara besar di Arab naik menjadi 540 juta dolar.

Qatar Airways hari Minggu (11/6) mengumumkan bahwa keuntungan bersih perusahaan maskapai penerbangan itu naik menjadi 540 juta dolar dalam laporan keuangan terbaru, sebelum maskapai itu diblokir untuk terbang ke sebagian negara besar di Arab.

Qatar Airwas – yang akan merayakan 20 tahun pencapaiannya tahun ini – adalah salah satu maskapai penerbangan terbesar di Timur Tengah. Pendapatan tahun lalu naik dari 9,6 miliar dolar menjadi 10,6 miliar dolar pada tahun fiskal yang berakhir 31 Maret lalu. Keuntungan bersih pada tahun 2016 mencapai sekitar 445 juta dolar.

Beberapa analis memperkirakan ketegangan politik antara Qatar dan negara-negara lain di Arab akan menimbulkan dampak buruk bagi maskapai itu. Pekan lalu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar dan memblokir penerbangan langsung negara itu.

Qatar Airways juga menghentikan penerbangannya ke empat negara Arab itu, sebagai tanggapan terhadap penghentian penerbangan Etihad milik Uni Emirat Arab; Emirats, FlyDubai dan EgyptAir milik Mesir; dan Gulf Air milik Bahrain – ke Qatar.

Bandara Internasional Hamad yang baru di Doha melayani jalur transit utama bagi sekitar 37 juta penumpang setiap tahun, umumnya antara Eropa dan Asia. Pembatalan penerbangan itu menimbulkan dampak bagi banyak pengguna pesawat terbang yang terbang ke Doha sebelum melanjutkan ke tujuan lain.

Qatar Airways kini menggunakan rute yang lebih panjang untuk menuju ke Eropa dan Amerika Utara, termasuk penerbangan langsung ke bandara tersibuk di dunia yaitu di Atlanta.

CEO Qatar Airways Akbar Al-Baker mengakui langkah-langkah itu dalam pernyataan laporan keuangan tahunan perusahaan itu. “Qatar Airways tetap beroperasi di seluruh jaringan lain sebagaimana jadwal yang dipublikasikan, dengan penyesuaian operasi dan efesiensi komersial dari hari ke hari,” tamabahnya tanpa mengelaborasi lebih jauh.

Qatar Airways – yang memiliki salah satu armada pesawat paling modern dan layanan premium di dunia – terbang ke lebih dari 150 tujuan; dan baru menambah 10 tujuan baru tahun lalu.

Ketegangan politik di Qatar menimbulkan dampak pada kehidupan dan bisnis di salah satu produser gas alam dan pusat perjalanan terbesar di dunia, yang sedang bersiap menyelenggarakan Piala Dunia Tahun 2022.

Empat negara Arab menuduh Qatar mendukung kelompok-kelompok teror di kawasan itu, ikut campur tangan dalam urusan kedaulatan mereka dan mendukung kelompok-kelompok yang merongrong stabilitas politik. Qatar mengatakan pihaknya mengutuk terorisme dan langkah mengisolasi negara itu jelas berlatar politik. [em]

XS
SM
MD
LG