Tautan-tautan Akses

AS

Kongres AS Berpacu dengan Waktu untuk Danai Pemerintah


Kubah Gedung Capitol di Washington DC, Amerika Serikat (Foto: dok).

Kongres Amerika tinggal memiliki lima hari kerja yang tersisa untuk merundingkan sebuah kesepakatan terkait pendanaan pemerintah selewat tenggat 19 Januari mendatang. Ini adalah kesepakatan di mana fraksi Demokrat mendesak agar di dalamnya tercakup keputusan legislatif mengenai nasib lebih dari 800 ribu penerima program DACA, atau program penangguhan deportasi bagi imigran yang masuk Amerika secara ilegal sewaktu masih anak-anak.

Meskipun bersifat mendesak, sejauh ini belum ada kesepakatan yang dicapai, sekalipun ada tawaran dari Presiden Donald Trump. “Anda tidak jauh lagi dari reformasi imigrasi yang komprehensif, dan jika Anda ingin mengambil langkah lebih jauh itu, saya yang akan menanggung risikonya,” kata Trump.

Fraksi Republik menyatakan bahwa perombakan itu harus terwujud dalam empat hal penting. Senator John Cornyn dari fraksi Republik mengatakan, “Isu-isu ini akan dikaitkan dengan jenis bantuan yang akan diberikan kepada penerima DACA. Sistem keamanan perbatasan, program lotere visa, dan migrasi berantai. Itu adalah empat prinsip atau empat isu yang akan kita rundingkan.”

Para anggota fraksi Republik di DPR Amerika mengajukan rancangan undang-undang reformasi imigrasi pada hari Rabu sebagai titik awalnya. Anggota fraksi Republik Raul Labrador mengatakan, “Rancangan undang-undang yang kami ajukan itu keras tetapi juga adil. Legislasi itu keras karena serius mengenai pemberlakuan undang-undang imigrasi kita dan ini membuat orang-orang semakin sulit memasuki negara kita secara ilegal dan tinggal di sini.”

Tetapi legislasi tersebut, yakni pendanaan untuk membangun tembok perbatasan dan memberi status penerima DACA yang dapat diperbarui dalam tiga tahun tanpa jalur khusus untuk mendapat status penduduk tetap, akan sulit disetujui fraksi Demokrat, yang menyatakan bahwa tenggat anggaran mendatang merupakan kesempatan terbaik bagi mereka untuk mendapatkan solusi.

Steny Hoyer, anggota DPR dari fraksi Demokrat, mengemukakan, "Presiden setuju bahwa kita harus melakukannya dalam dua tahap karena kita menghadapi situasi darurat. Kita tidak dapat menunggu hingga Maret. Kita perlu memastikan mereka dilindungi, dicakup dan diterima baik sekarang.”

Tetapi dengan hanya lima hari kerja yang tersisa sebelum terjadi penutupan kegiatan pemerintah, waktu untuk menemukan solusi semakin sedikit bagi Kongres.

Mitch McConnell, pemimpin mayoritas di Senat, mengemukakan, "Masih menurut pandangan saya bahwa saya akan meminta suatu legislasi imigrasi terkait DACA yang saya tahu akan ditandatangani presiden, dan ini sama sekali tidak akan menjadi bagian dari kesepakatan anggaran menyeluruh.”

Perbedaan pendapat yang kemungkinan tidak bisa dijembatani oleh tawaran Presiden itu juga membayang.

Molly Reynolds dari lembaga kajian Brookings Institution, mengatakan, "Tidak jelas seberapa membantu tawaran Trump itu dalam hal cakupan politik. Menurut saya, mungkin akan menyelesaikan sejumlah perbedaan pendapat di kalangan fraksi Republik jika Presiden Trump bersikap tegas dan jelas dalam mendukung satu sikap. Tetapi jika sikap itu bukan hal yang dapat disetujui fraksi Demokrat, maka kita sepertinya harus membahasnya lagi dari awal.”

Dan hal ini akan memaksa fraksi Demokrat untuk memutuskan apakah solusi bagi penerima DACA begitu penting hingga layak membuat pemerintah Amerika menutup kegiatannya. [uh/lt]

XS
SM
MD
LG