Tautan-tautan Akses

Jerman Peringatkan Warga Soal Liburan di Turki


Pantai di kota Antalya, Turki merupakan salah satu tujuan populer bagi wistawan Jerman (foto: ilustrasi).

Kementerian Luar Negeri Jerman memperingatkan warganya untuk berpikir dua kali sebelum memutuskan berpergian ke Turki. Kementerian itu mengatakan, mereka beresiko ditahan, bahkan di kawasan-kawasan resor sekalipun.

Peringatan keras ini muncul menyusul penahanan sejumlah warga negara Jerman oleh pihak berwenang Turki, yang menurut Jerman bermotif politik.

Lebih dari 10 warga Jerman ditangkap sebagai tahanan politik di Turki, menurut pemerintah Jerman. Mereka yang ditangkap termasuk warga Jerman keturunan Turki Deniz Yucel, seorang koresponden harian Jerman Die Welt, yang telah ditahan tanpa dakwaan selama lebih dari 200 hari.

Meski tidak seperti peringatan perjalanan yang dikeluarkan untuk zona perang, peringatan terbaru -- yang dipicu penangkapan dua warga Jeramn di Bandara Antalya Airport pekan lalu -- ini dinilai lebih keras dan akan mempengaruhi premi asuransi perjalanan mereka yang berpergian ke Turki. “Ada resiko penahanan di semua wilayah Turki, termasuk di kawasan-kawasan turis,” kata peringatan itu.

Peringatan yang dikeluarkan Selasa itu kemungkinan memperburuk perang kata-kata antara Berlin dan Ankara.

Selasa, Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan kepada parlemen, dalam sidang terakhir sebelum pemilu 24 September, bahwa jika ia terpilih, ia akan mendesak para pemimpin Uni Eropa untuk mengevaluasi apakah akan menunda atau menghentikan pembicaraan mengenai kemungkinan bergabungnya Turki ke dalam blok itu.

Merkel menuduh pemerintah Presiden Recep Tayyip Erdogan bertindak semakin menjauhi peraturan hukum.

Para pejabat Turki, Senin, juga marah mendengar pernyataan Merkel dalam debat pemilu dengan saingannya dari kelompok tengah kiri Martin Schulz. Pada debat itu Merkel mengatakan, Turki seharusnya tidak menjadi anggota Uni Eropa.

Para pejabat Turki mengecam Merkel dan Schulz atas apa yang mereka gambarkan sebagai retorika anti-Turki dalam debat yang disiarkan di televisi itu. Dalam sebuah cuitan di Twitter, Ibrahim Kalin, seorang juru bicara Erdogan, mengatakan, Merkel sedang berusaha mengalihkan perhatian dari diskriminasi dan rasisme di Jerman. [ab/uh]

XS
SM
MD
LG