Tautan-tautan Akses

Hult Prize, Ajang Kompetisi Bisnis Berbasis Sosial di AS


Mantan Presiden AS Bill Clinton, Tim Rutopia, dan para hakim Hult Prize muncul di atas panggung pada Final Hult Prize dan Awards 2019 Hult di PBB,14 September, 2019 di New York. (Foto: AP)

Tim wirausahawan muda Meksiko meraih hadiah jutaan dolar yang membantu memperluas perusahaan perjalanan mereka. Perjalanan wisata itu akan menghubungkan wisatawan dengan masyarakat asli setempat. Mantan Presiden Bill Clinton menyerahkan penghargaan itu pada acara Hult Prize tahunan ke-10.

Tim pengusaha muda Meksiko menjadi pemenang Hadiah Hult 2019, meraih penghargaan AS$1 juta yang diserahkan oleh mantan Presiden AS Bill Clinton.

"Anak-anak muda ini adalah harapan terbaik kita untuk masa depan. Lihatlah, mereka berasal dari seluruh dunia. Mereka senang bisa berkumpul. Mereka menganggap persamaan lebih penting daripada perbedaan mereka," kata Bill Clinton.

Tim pengusaha muda itu menang karena perusahaan perjalanan yang mereka dirikan, menghubungkan wisatawan dengan masyarakat asli di beberapa daerah pedesaan yang paling indah di Meksiko.

"Senang sekali. Kami sangat bersemangat dan tidak sabar untuk kembali ke Meksiko dan membagi pengalaman ini dengan yang lainnya di Rutopia, karena meskipun kami berempat di sini, tetapi penghargaan ini juga bagi semua orang yang bekerja sama dengan kami di daerah komunitas," kata Emiliano Iturriaga.

Tim Rutopia menyampaikan pendapatnya pada dewan juri pada Final Hult Prize 2019 di PBB, 14 September 2019 di New York. (Foto: AP/Jason Decrow)
Tim Rutopia menyampaikan pendapatnya pada dewan juri pada Final Hult Prize 2019 di PBB, 14 September 2019 di New York. (Foto: AP/Jason Decrow)

Emiliano Iturriaga mengatakan Rutopia memberdayakan kaum muda pribumi untuk merancang dan menjual paket perjalanan online, sambil memudahkan para pelancong mendapat pengalaman budaya yang otentik.

"Kami mengubah pemuda pengangguran menjadi pengusaha pariwisata yang sukses di desa mereka sendiri," kata Emiliano Iturriaga.

Ahmad Ashkar mendirikan Yayasan Hult Prize pada tahun 2009, untuk menginspirasi mahasiswa di kampus-kampus universitas di seluruh dunia untuk memiliki pola pikir yang berbeda tentang bisnis.

"Saya seorang bankir investasi, anak pengungsi, yang merasa tidak puas dengan kehidupan sendiri dan kontribusi saya kepada masyarakat. Saya merasa anak-anak muda harus memilih: menjadi orang yang baik atau menjadi bankir investasi yang berhati dingin," kata Ahmad Ashkar.

"Jadi saya menciptakan The Hult Prize sebagai platform untuk memperlengkapi mereka, mempersenjatai mereka, dan kemudian mengerahkan modal bagi anak-anak muda ini dan ide-ide mereka; modal yang bisa membantu mereka mengubah dunia," lanjutnya.

Sebagai wirausahawan sosial, Ashkar adalah pendiri Falafel Inc., sebuah bisnis makanan kecil yang terinspirasi oleh Palestina di Washington, D.C.

"Jadi untuk setiap dolar yang dihabiskan di restoran kami, kami membantu memberi makan, mempekerjakan, dan memberdayakan para pengungsi," kata Ahmad Ashkar.

Pemenang Hult Prize sebelumnya termasuk para visioner seperti Mohammed Ashour, pendiri dan CEO Aspire Food Group, yang memanen jangkrik sebagai sumber protein untuk memberi makan dunia.

Dan tim bisnis pemula dari India yang mencurahkan usahanya untuk menyediakan perawatan kesehatan ke lingkungan termiskin di India.

"Kami memiliki perusahaan di bidang pertanian, perikanan, penanggulangan pengangguran pemuda di mana-mana, dari Palestina sampai Zimbabwe. Kami memiliki lebih dari 25.000 mahasiswa yang mengatur program di seratus negara dan 2.500 staf dan sukarelawan, dan merupakan pengalaman yang meneyentuh untuk membangun gerakan ini," kata Ahmad Ashkar.

Untuk para calon kontestan, Iturriaga memiliki beberapa saran

"Yang terpenting adalah benar-benar peduli dengan masalah. Kita tidak membangun bisnis dan kemudian membuat dampaknya, pertama-tama kita harus melihat apa yang kita sukai, apa yang ingin kita selesaikan di dunia, baru kemudian kita membangun bisnis terkait hal itu," katanya. [my/lt]

XS
SM
MD
LG