Tautan-tautan Akses

AS

Hasil di Kaukus Iowa Tak Memuaskan, Joe Biden Kecewa


Para peserta Kaukus di bagian tempat duduk untuk kandidat capres dari Demokrat, Joe Biden, mengacungkan surat suara, di Knapp Center, Des Moines, Iowa, 3 Februari 2020.

Mantan Wakil Presiden Joe Biden menyebut Iowa “gut punch” atau “” pukulan telak, ” tetapi menambahkan bahwa ia “tidak akan mundur” setelah hasil kaukus Partai Demokrat hari Senin lalu (3/2) menunjukkan hasil buruk.

Dengan perolehan suara hasil kaukus yang sudah dilaporkan mencapai 97%, mantan wakil presiden Joe Biden berada di peringkat keempat, dibelakang Senator Massachusetts Elizabeth Warren di peringkat ketiga, Senator Vermont Bernie Sanders dan mantan Walikota South Bend-Indiana Pete Buttigieg yang bersaing sengit di peringkat kedua dan pertama. Senator Minnesota Amy Klobuchar berada di peringkat kelima.

Ketika berkampanye di New Hampshire, yang akan menyelenggarakan pemilihan pendahuluan pertama minggu depan, Biden mengatakan ia tidak akan “menutup-nutupi” perolehan suaranya yang mengecewakan di Iowa.

Biden adalah seorang tokoh garis tengah yang menyebut dirinya sebagai kandidat yang patut dipilih untuk mengalahkan Presiden Donald Trump November nanti. Dalam sejumlah jajak pendapat sebelum ini ia memimpin, bahkan sebelum mengumumkan pencalonannya.

“Ada banyak sekali orang di luar sana yang telah mengatakan kampanye ini sudah kalah. Mereka telah mengupayakan hal ini begitu saya ikut mencalonkan diri. Saya punya kabar baik untuk mereka, saya akan terus bertarung!” ujar Biden.

Biden, yang juga mantan senator dari Delaware, dua kali gagal meraih nominasi untuk menjadi calon presiden, pada tahun 1998 dan 2008. Ia mundur dari pencalonan presiden tahun 2008 setelah mendapat suara buruk dalam kaukus Iowa ketika itu.

Ada 41 delegasi yang diperebutkan di Iowa, dan masih ada 3% suara yang belum dilaporkan.

Dibutuhkan waktu hampir satu hari penuh bagi Partai Demokrat untuk melaporkan satu suara saja dalam kaukus hari Senin lalu karena apa yang oleh para pejabat partai disebut sebagai kesalahan pengkodean dan ketidakkonsistenan suara yang dilaporkan dalam aplikasi telpon seluler yang dirancang khusus untuk menghitung suara di seluruh negara bagian itu.

Ketua Partai Demokrat di Iowa, Troy Price, mengatakan kekacauan itu “tidak dapat diterima” dan minta maaf atas hal itu.

Hasil awal itu menggarisbawahi perbedaan ideologis yang tajam dalam Partai Demokrat, yang sedang mencari kandidat yang cukup kuat untuk mengalahkan Trump.

Pete Buttigieg, yang berusia 38 tahun, mewakili sayap moderat dalam Partai Demokrat; dan merupakan kandidat calon presiden Partai Demokrat pertama yang menyatakan secara terbuka bahwa ia gay.

Bernie Sanders, yang berusia 78 tahun, adalah seorang tokoh sosialis-demokrat yang menggagas asuransi medis bagi semua orang yang akan menghilangkan asuransi swasta.

Buttigied mendukung layanan asuransi kesehatan yang dijalankan pemerintah, sambil tetap membiarkan orang memiliki asuransi pribadi.

Sanders berjanji akan memberikan pendidikan universitas selama empat tahun secara gratis dan membatalkan seluruh utang siswa yang belum dibayar. Buttigieg ingin membatasi kampus yang gratis bagi keluarga berpendapatan rendah sambil mencari cara lain guna mengurangi utang mereka.

Tetapi keduanya mendukung ‘’Green New Deal’’ untuk melawan pemanasan global, mendukung dekriminalisasi imigran ilegal, bertekad akan memberlakukan kembali perjanjian nuklir dengan Iran, dan mendukung usaha untuk memulangkan pasukan Amerika dari Afghanistan. [em/ii]

XS
SM
MD
LG