Tautan-tautan Akses

AS

Fraksi Demokrat Kritik Tanggapan Pemerintahan Trump Terhadap Perebakan Virus Korona


Ketua DPR AS Nancy Pelosi (kiri) dan Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer dalam konferensi pers, di Gedung Capitol, Washington, D.C., Selasa, 11 Februari 2020. (Foto AP / Alex Brandon).

Tanggapan pemerintah AS terhadap krisis virus korona menimbulkan perpecahan pendapat di Kongres berselisih pada hari Selasa (26/2). Para anggota Kongres dari fraksi Demokrat tidak sependapat dengan penegasan Presiden Donald Trump bahwa virus itu telah ditanggulangi di dalam wilayah AS.

Trump, Selasa (26/2) mengatakan AS telah membuat virus korona “terkontrol dengan baik” di dalam wilayahnya, meskipun pemerintahannya meminta dana darurat 2,5 miliar dolar kepada Kongres untuk mengatasi masalah ini.

Nancy Messonnier, direktur Pusat Imunisasi dan Penyakit Pernapasan Nasional di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular AS (CDC), mengatakan, upaya-upaya penanggulangan sejauh ini “sebagian besar berhasil.” Tetapi ia memperingatkan bahwa dengan semakin banyaknya negara yang melaporkan pasien virus korona, di mana seseorang tidak tahu bagaimana atau di mana mereka terinfeksi, “penanggulangan di dalam wilayah kita akan semakin sulit.”

“Kita melihat masyarakat yang tersebar di negara ini,” katanya pada suatu konferensi pers. “Pertanyaannya bukan lagi apakah perebakan ini akan terjadi, tetapi pertanyaannya lebih mengenai kapan persisnya ini akan terjadi dan berapa banyak orang di negara ini yang akan mengidap sakit yang parah.”

Senator Roy Blunt mengatakan kepada wartawan hari Selasa (26/2) bahwa meskipun kemungkinan besar virus korona akan menyebar di AS, “ada upaya bersama” di seluruh badan pemerintah AS untuk mempelajari semua kemungkinan untuk mengatasi krisis.

Pemimpin fraksi mayoritas di Senat Chuck Schumer mempertanyakan penegasan itu.

“Pemerintahan ini sepenuhnya dalam kekacauan terkait dengan penyebaran virus korona,” kata Schumer kepada wartawan hari Selasa (25/2). Seraya mengutip klaim keliru Trump bahwa vaksin virus korona telah ada, Schumer mengatakan, “Mereka tidak punya sesuatu yang ditawarkan mengenai ini, mereka hanya mengemukakannya karena terkejut.”

Trump mengatakan dalam konferensi pers di New Delhi, Selasa (26/2), bahwa AS dalam kondisi yang baik dalam hal penanggulangan virus korona. “Kami berniaga dengan banyak negara lain, kami berhati-hati, kami bekerja sama dengan negara-negara lain, kami ingin negara-negara lain bahagia, sehat dan baik-baik saja.”

Penegasan terbaru presiden Trump mengenai virus itu muncul setelah hari yang sulit di bursa saham AS. Dow Jones mengalami penurunan paling tajam dalam sehari sejak 2018, di tengah-tengah kekhawatiran global mengenai penyebaran virus korona. Menurut CDC, di AS terdapat 14 pasien yang telah dikukuhkan mengidap virus korona.

Dana darurat 2,5 miliar dolar yang diminta pemerintahan Trump kepada Kongres AS hari Senin dibagi menjadi 1,25 miliar dolar untuk dana darurat baru dan 1,25 miliar dolar yang akan diambil dari program-program federal lainnya. Pemerintahan Trump juga meminta Kongres untuk mengalihkan 535 juta dolar dana untuk pengobatan dan pencegahan virus Ebola untuk menangani virus korona.

Wakil pemimpin fraksi mayoritas di Senat John Thune memberitahu wartawan, bahwa permintaan anggaran Gedung Putih merupakan “titik awal” sementara para legislator di Komite Anggaran bekerjasama dengan badan-badan pemerintah AS untuk menyusun kebutuhan mereka untuk mengatasi krisis virus korona.

Tetapi para legislator dari fraksi Demokrat menyatakan strategi pemerintahan Trump tidak memadai.

Mengenai permintaan dana darurat presiden Senin lalu, ketua fraksi minoritas di Senat Chuck Schumer mengatakan itu terlalu sedikit dan terlalu terlambat diajukan. “Kami tidak melihat tanda-tanda bahwa Presiden Trump memiliki rencana atau urgensi untuk menangani penyebaran virus korona. Kita memerlukan kepemimpinan yang nyata dan kita membutuhkannya dengan segera.”

Dalam cuitan sebelumnya hari Selasa (25/2), Trump menganggap kritik Schumer “hanya untuk keperluan publisitas” dan mengatakan tanggapan anggota parlemen dari fraksi Demokrat terhadap permintaan anggaran itu didorong antara lain karena yang bersangkutan tidak senang dengan penutupan perjalanan yang ditetapkan oleh Trump sebelumnya.

Ketua DPR Nancy Pelosi mengatakan permintaan itu tidak masuk akal setelah usulan pemerintahan Trump mengenai pemotongan anggaran 2021 untuk CDC, Institut Kesehatan Nasional (NIH) dan badan-badan penting lainnya yang menangani ancaman yang kian besar.

“Rakyat Amerika memerlukan respons menyeluruh pemerintah yang terkoordinasi, didanai penuh untuk membuat mereka aman,” kata Pelosi dalam suatu pernyataan Senin malam. “Permintaan presiden untuk dana menanggapi virus korona sudah terlambat dan sama sekali tidak memadai mengenai skala keadaan darurat ini.”

Ia mengatakan DPR yang didominasi fraksi Demokrat akan bekerja cepat untuk memindahkan paket dana mereka sendiri yang “sepenuhnya mengatasi skala dan seriusnya krisis kesehatan ini.”

Tetapi fraksi Republik di Senat menyatakan puas dengan tanggapan pemerintahan Trump, setelah pengarahan tertutup mengenai virus korona pada hari Selasa.

“Pemerintah mengendalikan ini sepenuhnya,” kata Senator Republik Bill Cassidy, yang juga seorang dokter. “Mereka menyesuaikan sesuai yang diperlukan, berupaya mengalokasikan sumber-sumber daya yang paling efektif.” Cassidy mencatat bahwa jika permintaan dana darurat pemerintahan yang diajukan sekarang ini tidak memadai, dana tambahan dapat diberikan pada anggaran yang diantisipasi para legislator untuk mendanai pemerintah serta pengajuan anggaran 2021 yang juga sedang dinegosiasikan.

Sementara itu Senator Demokrat Dick Durbin mengatakan bahwa meskipun pengajuan anggaran pemerintah untuk tahun 2021 “sama sekali mundur” dalam hal pemangkasan dana untuk badan-badan kesehatan penting AS, sulit untuk menyatakan apakah permintaan dana darurat itu akan cukup untuk mengatasi ancaman virus korona.

“Saya tidak tahu apakah ini cukup,” kata Durbin kepada wartawan hari Selasa. “Saya tidak tahu apakah ada yang tahu apakah itu cukup. Tetapi berbicara mengenai 2 miliar dolar pada awalnya, ini bukannya jumlah yang tidak masuk akal.” [uh/ab]

XS
SM
MD
LG