Tautan-tautan Akses

Ekonomi AS Tumbuh 2,1% pada Kuartal ke-4 Tahun 2019


Musim belanja akhir tahun di AS tahun lalu tidak mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi AS yang melambat secara signifikan (foto: ilustrasi).

Ekonomi Amerika tumbuh pada tingkat moderat 2,1% dalam tiga bulan terakhir tahun 2019, karena pertumbuhan melambat secara signifikan akibat melemahnya ekonomi global dan ketidakpastian akibat sengketa perdagangan.

Departemen Perdagangan AS hari Kamis (30/1) melaporkan kenaikan produk domestik bruto (PDB) triwulan keempat sama dengan kenaikan 2,1% pada triwulan ketiga. Angka pertumbuhan dua triwulan itu jauh di bawah kenaikan 3,1% pada triwulan pertama.

Untuk triwulan Oktober-Desember, pertumbuhan didukung oleh belanja konsumen yang kuat dan perbaikan defisit perdagangan. Faktor-faktor itu mengimbangi penurunan lebih lanjut dalam investasi bisnis di pabrik dan peralatan baru dan melambatnya pengiriman barang barang ke toko.

Sepanjang tahun 2019, PDB naik 2,3%, kinerja terlemah dalam tiga tahun dan perlambatan akibat kenaikan 2,9% pada tahun 2018 ketika ekonomi mendapat dorongan dari kebijakan Presiden Donald Trump memotong pajak, dan miliaran dolar kenaikan belanja pemerintah.

Ekonom memperkirakan pertumbuhan yang bahkan lebih lambat pada tahun 2020, sekitar 1,8%. Tetapi hasil itu bisa terancam oleh berbagai hal mulai dari penyebaran virus korona di China hingga peningkatan ketegangan perdagangan antara Amerika dan China.

Bahkan pemilihan presiden Amerika bisa berdampak buruk pada pertumbuhan jika kampanye yang sengit menimbulkan ketidakpastian di kalangan konsumen dan bisnis, menyebabkan mereka mengurangi pengeluaran.

Meskipun Trump belum mencapai sasaran pertumbuhan PDB-nya, angka pengangguran turun ke level terendah dalam 50 tahun semasa kepresidenannya, dan setelah ketegangan perdagangan dengan China mulai mereda akhir tahun lalu, pasar saham bangkit lagi dan naik ke rekor tertinggi baru.

"Menurut saya, ekonomi adalah teman Presiden Trump, tetapi bukan sahabat dekatnya," ujar Mark Zandi, kepala ekonom di Moody's Analytics. Tetapi, menurutnya, yang paling penting dalam pilpres adalah bagaimana kinerja ekonomi di negara-negara bagian penentu seperti Pennsylvania, Michigan dan Wisconsin dan di sana, Zandi mengatakan, perang dagang “menimbulkan banyak kerusakan'' dengan mengacau manufaktur.

Untuk triwulan keempat, belanja konsumen, yang merupakan 70% aktivitas ekonomi, melambat ke kenaikan tahunan 1,8%. Meskipun masih solid, angka itu turun dari lonjakan pengeluaran 4,6% dalam triwulan kedua dan 3,2% dalam triwulan ketiga. Perlambatan itu akibat penurunan penjualan mobil baru.[ka/ii]

Recommended

XS
SM
MD
LG