Tautan-tautan Akses

AS

Petani AS Optimis tapi Hati-Hati Tanggapi Kesepakatan Dagang AS-China


Seorang petani memeriksa lahan kedelainya di Minooka, Illinois, AS, 24 September 2014. (Foto: Reuters)

Pemerintahan Trump memuji "Fase Satu" perjanjian perdagangan antara Amerika dan China sebagai "langkah maju yang besar" dalam membangun hubungan dagang jangka panjang antara dua ekonomi terbesar di dunia. Meski petani AS menyambut baik perjanjian itu, mereka juga prihatin dengan pelaksanaannya.

Tepat menjelang musim tanam, petani Evan Hultine di luar Princeton, Illinois, Maret tahun lalu memutuskan untuk tidak menanam kedelai.

Keuntungan dari hasil panennya lenyap karena tarif impor China di tengah meningkatnya perang dagang dengan China.

"Kami tidak menanam kedelai. Setelah sekitar tiga bulan perang dagang, jelas presiden memiliki tujuan jangka panjang. Dan saat itulah, saya dan ayah saya memutuskan, kami jauh lebih nyaman dengan kemampuan untuk menghasilkan jagung saja,” kata Evan.

Sebulan setelah panen jagung dan hampir setahun setelah memutuskan untuk tidak menanam kedelai, Hultine tidak menyesalinya.

"Untuk panen pada musim gugur yang basah ini, akhir musim gugur ini, jagung jauh lebih mudah ditangani daripada kedelai. Pada akhirnya, saya akan tetap melakukannya, entah itu baik atau tidak,” ujarnya.

Seorang pengunjung China memegang brosur perusahaan kedelai AS di sebuah pameran kedelai internasional di Shanghai, China, 12 April 2018. (Foto: AP)
Seorang pengunjung China memegang brosur perusahaan kedelai AS di sebuah pameran kedelai internasional di Shanghai, China, 12 April 2018. (Foto: AP)

Meskipun masih beberapa bulan lagi sebelum traktornya kembali bekerja di ladang, tahun ini akan berbeda.

"Kami akan kembali menanam kedelai. Sekarang pasar berada pada kisaran sembilan dolar dibandingkan tujuh dan delapan dolar. Setahun yang lalu, saya jauh lebih percaya diri pada kemampuan kami meraih keuntungan dengan harga tersebut," papar Evan

Kenaikan harga kedelai dipengaruhi oleh laporan-laporan perjanjian perdagangan "Fase Satu" antara AS dan China. Dalam tahap pertama, kesepakatan itu akan mengatasi tarif pajak dan meningkatkan ekspor pertanian AS dari level saat ini, yang menurut Presiden AS DonaldTrump mencapai nilai AS$40 miliar per tahun.

Potensi lonjakan harga itu adalah kabar baik bagi para petani seperti Hultine yang lelah dengan akibat-akibat perang dagang dalam beberapa tahun terakhir ini.

"Saya tentu sangat senang mendengar beberapa berita positif mengenai hal itu, tetapi ditengah optimisme itu saya tetap berhati-hati, itulah perasaan saya saat ini," kata Evan.

Michael Petefish berjalan di sela tanaman kedelai di lahan pertaniannya dekat Claremont di selatan Minnesota.
Michael Petefish berjalan di sela tanaman kedelai di lahan pertaniannya dekat Claremont di selatan Minnesota.

Ekonom Senior Biro Pertanian Illinois Mike Doherty bisa memahami sikap hati-hati Hultine.

"Ada keraguan di luar sana apakah mereka bisa mencapai 40 miliar dolar. Itu akan menjadi peningkatan besar, karena untuk mencapai 40 miliar, orang harus membeli banyak kedelai AS. Sepertinya China harus menunda pembelian kedelai dari Brasil dan tidak mungkin mereka mau melakukannya," ujar Doherty.

Namun Doherty mengatakan China juga membutuhkan hasil pertanian AS untuk mendukung pertumbuhan penduduknya, dan perluasan kelas menengahnya.

"Itulah yang mendorong permintaan sebelumnya. Bukan perjanjian perdagangan dengan China, tetapi pasar. Pasokan dan permintaan pasar yang menjadi pendorong utama penjualan kedelai AS dan kedelai Illinois ke China. Kami ingin kembali pada permintaan yang didorong pasar itu," ujar Mike.

Evan Hultine juga ingin kembali berbisnis dengan China, dan berdasarkan perjanjian Fase Satu, menjual lebih banyak jagung dan kedelai hasil panen ladangnya tahun ini. Tetapi saat ini ia belum siap untuk mempertaruhkan semuanya karena ada isu-isu yang belum tuntas antara China dan Amerika.

Hultine mengharapkan isu-isu itu bisa diatasi oleh Amerika dan China ketika kedua negara merampungkan sebuah perjanjian perdagangan jangka panjang yang permanen. [my/jm]

XS
SM
MD
LG