Tautan-tautan Akses

Direktur Balet Jerman Diberhentikan setelah Melumuri Wajah Kritikus dengan Kotoran


Para penari balet dari Berlin State Ballet tampil dalam pertunjukkan gladi resik Don Quixote di gedung opera Deutsche Oper di Berlin, pada 1 Desember 2021. (Foto: Reuters/Fabrizio Bensch)
Para penari balet dari Berlin State Ballet tampil dalam pertunjukkan gladi resik Don Quixote di gedung opera Deutsche Oper di Berlin, pada 1 Desember 2021. (Foto: Reuters/Fabrizio Bensch)

Seorang direktur balet melumuri wajah seorang kritikus sebuah surat kabar di Jerman dengan kotoran dalam sebuah insiden di Hannover, setelah direktur tersebut tidak suka dengan kritik yang dibuat mengenai pertunjukannya.

Pihak Gedung Opera Hannover lalu mengeluarkan permintaan maaf terkait insiden tersebut dan mengatakan pada Senin (13/2) bahwa pihaknya telah memberhentikan sementara sang direktur, Marco Goecke.

Surat kabar Frankfurter Allgemeine Zeitung melaporkan Goecke yang tampak marah mendekati sang kritikus tari, Wiebke Huester, dalam interval pertunjukan di gedung opera Hannover pada Sabtu (11/2) dan bertanya kepada Huester apa yang sedang ia lakukan di tempat tersebut. Kedua individu tersebut diketahui tidak saling mengenal satu sama lain secara personal.

Surat kabar itu lalu menyebutkan bahwa Goecke, yang ternyata tidak suka dengan ulasan yang ditulis Huester tentang pertunjukan yang ia buat di Den Haag, mengancam akan melarang Huester menghadiri pertunjukan balet dan menuduhnya bahwa ia bertanggung jawab untuk sejumlah pembatalan tiket pertunjukannya di Hannover.

Goecke lalu mengambil kantong kertas berisi kotoran binatang dan melumuri wajah Huester dengan kotoran tersebut sebelum akhirnya meninggalkan gedung pertunjukkan yang ramai dengan penonton itu melalui ruang tunggu, lapor surat kabar tersebut. Huester mengatakan kotoran tersebut adalah kotoran anjing dan ia telah melaporkan tindakan tersebut ke pihak berwenang, ungkap kantor berita Jerman dpa.

Dalam pernyataan yang diunggah ke situsnya, pihak gedung opera Hannover mengatakan"integritas personal" Huester telah dicederai dengan "cara yang tidak dapat dibenarkan." Pihak gedung menyebutkan bahwa mereka telah mengontak Huester dan meminta maaf atas insiden tersebut.

Pihak opera mengatakan "reaksi impulsif" yang ditunjukkan Goecke melanggar aturan baku perkumpulan teater tersebut dan "ia telah menyebabkan kerusakan besar terhadap Opera Hannover dan Program Balet Hannover." Sebagai konsekuensinya, ia telah diberhentikan dan dilarang berpartispasi dalam acara di opera tersebut hingga ada pengumuman lebih lanjut.

Namun tampaknya Goecke tidak terlalu menyesal dengan apa yang telah ia perbuat. Dalam wawancara dengan lembaga penyiaran publik NDR, Goecke mengakui bahwa "tindakan yang ia pilih tidaklah baik."

"Tentu dalam masyarakat tindakan tersebut bukanlah tindakan terhormat," ujarnya seraya menambahkan bahwa ia tidak pernah melakukan perbuatan seperti itu sebelumnya dan mengaku "kaget akan apa yang ia perbuat."

Goecke mengatakan waluapun ia menyadari bahwa "kritik tajam yang terjadi selama bertahun-tahun" terhadap karyanya merupakan harga yang harus ia bayar sebagai seniman yang dikenal publik secara luas, namun ia menyebutkan ada batasan terhadap kritik yang disampaikan.

"Ketika sebuah batasan tertentu telah dilanggar, saya tidak sepakat (akan kritik itu)," ujarnya.

Asosiasi jurnalis Jerman (DJV) telah mengutuk serangan tersebut.

"Seorang seniman harus dapat menoleransi kritik, bahkan jika terasa berlebihan," ujar kepala asosiasi jurnalis cabang negara bagian Lower Saxony, Frank Rieger. "Siapapun yang bereaksi keras terhadap kritik tidak dapat dibenarkan. Serangan terhadap ... jurnalis adalah serangan terhadap kebebasan pers." [rs]

Forum

XS
SM
MD
LG