Tautan-tautan Akses

Diplomasi Jalan Pagi Jokowi - Turnbull


Presiden Jokowi dan PM Australia Malcolm Turnbull melakukan jalan pagi bersama di Royal Botanic Garden di Sydney, Minggu (26/2) (foto: Sepres RI).

Pasang surut hubungan Indonesia dan Australia kerap diselesaikan di meja perundingan, atau lawatan kenegaraan. Tetapi Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Malcolm Turnbull punya cara unik tersendiri, yaitu dengan jalan pagi.

Royal Botanic Garden di Sydney memang kerap menjadi lokasi jalan pagi atau piknik warga Australia. Tetapi mereka tidak menyangka ketika Minggu pagi (26/2) ada dua tokoh yang ikut jalan pagi di taman itu: Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull dan Presiden Indonesia Joko Widodo.

Mengenakan kemeja santai, keduanya berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit, mengelilingi taman yang berlatar pemandangan Opera House Sydney dan Harbour Bridge yang terkenal. Hanya ada beberapa petugas keamanan menemani mereka dari jauh, dan tentunya wartawan yang hanya diijinkan mengabadikan keduanya dari jarak jauh.

Turnbull sesekali tampak menjelaskan sesuatu pada Jokowi, dan tak jarang keduanya tertawa berderai. Satu dua pejalan kaki yang berpapasan dengan keduanya bersalaman dan memperkenalkan diri mereka, termasuk seorang laki-laki muda yang lari pagi sambil membawa bayi di dadanya.

“Ini putra saya baru berusia delapan minggu. Ibunya kelelahan. Jadi saya yang mengasuhnya. Ia senang saya ajak jalan”, ujar laki-laki tersebut. “Ayah yang baik!”, ujar Turnbull menanggapi pernyataan laki-laki itu. Sementara Jokowi menepuk punggungnya.

RI-Australia Sepakat Pulihkan Hubungan Militer

Diplomasi jalan pagi ini tampaknya berhasil meredakan ketegangan dan memperbaiki beberapa masalah yang sempat membayangi hubungan Indonesia-Australia. Dalam konferensi pers Minggu siang, Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Malcolm Turnbull sepakat memulai kembali hubungan dan latihan militer yang pada Januari lalu sempat dihentikan.

“Dalam pembicaraan, kami telah memperkuat hubungan strategis kami,” ujar Turnbull.

Hubungan dan kerjasama militer kedua negara sempat dihentikan karena insiden dugaan pelecehan Pancasila oleh unsur militer Australia. Belakangan militer Australia telah menjatuhkan sanksi pada pihak yang melakukan pecehan di pangkalan militer di Perth dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Tentara Nasional Indonesia TNI. Australia juga berjanji akan memperbaiki kurikulum pendidikan militernya.

“Hubungan yang baik dapat tercapai saat kedua negara menghargai wilayah teritorial masing-masing dan tidak ikut campur urusan dalam negeri, dan mampu mengembangkan hubungan yang saling mengutungkan,” kata Jokowi.

Turnbull juga mengumumkan peningkatan kerjasama maritim, perdagangan dan ekonomi digital. Beberapa perjanjian perdagangan yang lebih luas akan dibahas lebih lanjut akhir tahun ini, termasuk soal peningkatan impor sapi dan penurunan tarif gula bagi eksportir Australia.

RI-Australia Bahas Kerjasama Anti-Terorisme

Isu lain yang menjadi pembahasan penting adalah soal kerjasama anti-terorisme, terutama pasca pulangnya militan kedua negara dari medan-medan tempur di Irak dan Suriah, kerjasama menanggapi perselisihan di Laut Cina Selatan, dan kemungkinan latihan bersama angkatan laut Indonesia-Australia. Indonesia dan Australia telah mempererat kerjasama anti-terorisme ini setelah kasus Bom Bali tahun 2002 yang menewaskan 202 orang, termasuk 88 warga Australia; dan juga pemboman di depan Kedutaan Besar Australia di Jakarta tahun 2004 yang menewaskan 11 orang. Kerjasama itu diperkuat lewat memorandum tambahan pada Desember 2015 setelah aparat Indonesia berhasil menangkap sembilan tersangka pelaku teror berkat informasi Kepolisian Federal Australia.

Presiden Joko Widodo hanya berada di Australia dalam kurang dari 48 jam, tetapi berbagai persoalan yang mengganjal berhasil diselesaikan. Dan diplomasi jalan pagi di Royal Botanic Garden di Sydney itu tampaknya menjadi salah satu cara ampuh, selain tentunya lewat perundingan dan lawatan. [em/al]

XS
SM
MD
LG