Tautan-tautan Akses

TNI Terima Permintaan Maaf Australia Terkait Hinaan

  • Associated Press

Presiden Joko Widodo, bersama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (kiri) dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian (kanan), menyeberangi danau di Jakarta dengan memakai kendaraan amfibi militer Anoa 2 (16/1).

Mengacu kepada insiden tersebut, Gatot mengatakan dalam pernyataan bahwa rakyat Indonesia telah mati membela Pancasila.

Militer Indonesia telah menerima permintaan maaf dari kepala angkatan darat Australia atas hinaan terhadap Pancasila yang menimbulkan sengketa antara kedua negara.

Sebuah pernyataan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dirilis Rabu malam (8/2) setelah kepala angkatan darat Australia Letjen Angus Campbell bertemu Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyatakan, Pasukan Pertahanan Australia akan menjatuhkan sanksi terhadap personel yang terlibat dalam insiden tersebut. Pernyataan itu mengutip Campbell yang mengatakan sanksi itu akan mempengaruhi karir-karir mereka yang terkena.

Panglima menyatakan putusnya hubungan militer setelah seorang pejabat TNI menemukan bahan pelatihan yang "menghina" saat sedang mengambil kursus bahasa di Australia akhir tahun lalu.

Gatot mengatakan materi tersebut "mendiskreditkan TNI, bangsa Indonesia dan bahkan ideologi Indonesia," mengacu kepada materi terkait Timor Leste dan "Papua yang memerlukan kemerdekaan", serta cemoohan terhadap Pancasila.

Mengacu kepada insiden tersebut, Gatot mengatakan dalam pernyataan bahwa rakyat Indonesia telah mati membela Pancasila. "Terutama tentara. Ini sangat sensitif dan melukai kita," ujarnya. [hd]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG