Tautan-tautan Akses

Debat Calon Presiden Amerika Berlangsung di Kampus


Pendukung kampanye demokratik berbaris di jalan menuju Institut Politik New Hampshire di St. Anselm College sebelum debat untuk Distrik Kongres Pertama New Hampshire di Manchester, 5 September 2018. (Foto: AP)

Selama puluhan tahun, debat kandidat presiden berlangsung di kampus, termasuk debat Partai Demokrat dua minggu yang lalu di New Hampshire. Selain karena lengkapnya fasilitas kampus, acara ini diharapkan juga dapat memberi kesempatan pada mahasiswa untuk terlibat dalam diskursus politik nasional.

Apakah itu bekerja sebagai relawan, atau sekedar hadir dalam perdebatan, atau meliputnya untuk penerbitan berkala universitas, mahasiswa di St. Anselm College menilai, menyelenggarakan perdebatan kandidat presiden di kampus itu memberi mereka berbagai kesempatan yang sangat berharga.

"Saya mewakili St. Anselm Crier, saya redaktur berita. Pastor Jerome, yang jadi penasihat kami. Dia mengutus saya untuk melihat reaksi pers terhadap kejadian disini," kata Janelle Fassi, seorang mahasiswa St. Anselm College di Manchester, New Hampshire.

"Saya merasa mahasiswa punya penyertaan besar dan mereka semakin berminat untuk terlibat dalam politik, mengajukan pertanyaan seperti perubahan iklim dan isu utang mahasiswa, jadi benar-benar penting kami mengungkapkan pendapat kami dan tetap didengar," lanjutnya.

Dan meskipun mereka tidak langsung terlibat dalam perdbatan, setiap orang di kampus bisa mengalami bagaimana rasanya menyelenggarakan sebuah acara yang disaksikan di seluruh negara.

"Benar-benar senang menyaksikan kampus kecil kami berubah untuk sesuatu peristiwa penting ini. Perdebatan berlangsung di arena sekat es kami dan karena saya gemar sekat es saya selalu kesini, dan sekarang hebat sekali bahwa semua kandidat ini berada ditempat dimana saya suka main sekat es," kata Kathryn Gardella.

Tetapi pengalaman mahasiswa di St. Anselm ini sangat unik karena New Hampshire akan menyelenggarakan primary pertama di seluruh negara. Para mahasiswa yang tidak terlibat langsung dalam penyelenggaraan perdebatan ini, juga punya banyak kesempatan berinteraksi dengan para kandidat. Salah satunya adalah Rebekah Larson.

"Kami sebagai dewan mahasiswa bisa mengikuti keseluruhannya, sesuatu yang benar-benar luar biasa. Dan kami ikut aktif, meskipun bidang studi kami bukan politik, kami berpartisipasi dan diwawancarai," kata Rebekah Larson.

Dan pada Selasa minggu berikutnya, para mahasiswa St. Anselm, bersama warga New Hampshire lainnya, punya kesempatan memberi suara dalam pemilihan primary Partai Demokrat dan Republik yang pertama dari kampanye tahun 2020. [jm/ii]

XS
SM
MD
LG