Tautan-tautan Akses

AS

Covid-19 Berdampak Paling Parah pada Warga Kulit Hitam AS


Warga menggunakan kereta bawah tanah di sebuah stasiun di New York, Selasa (7/4). Kota New York adalah kota terparah yang terkena dampak Covid-19 di AS.

Di Louisiana, dua pertiga kematian akibat virus corona terjadi di antara warga Amerika keturunan Afrika, di negara bagian di mana jumlah warga kulit hitam hanya sepertiga dari populasi.

"Yang kita saksikan sangatlah tragis," kata Gubernur John Bel Edwards.

Meskipun datanya tidak lengkap, kecenderungannya jelas : COVID-19 paling parah melanda warga kulit hitam daripada penduduk kulit putih.

Mississippi punya 38% warga kulit hitam tetapi jumlah kematian warga kulit hitam akibat COVID-19 lebih dari separuh seluruh kematian. Empat puluh tiga persen kematian akibat virus korona di Alabama terjadi di antara warga kulit hitam, yang jumlahnya 27% dari populasi negara bagian itu.

Masalah ini tidak terjadi hanya di negara-negara bagian selatan AS. Kesenjangan juga muncul di negara bagian Illinois dan Michigan, terutama di kota-kota besar.

Walikota Chicago Lori Lightfoot mengatakan perbedaan jumlah kematian di Chicago "sangat memprihatinkan." Warga kulit hitam yang meninggal akibat virus corona 72% di kota yang jumlah penduduk kulit hitamnya 30%.

Bukan berarti warga kulit hitam lebih besar kemungkinannya terinfeksi, kata pejabat Amerika.

"Kami tidak ingin memberi kesan bahwa komunitas kulit hitam Amerika lebih rentan terhadap virus," kata koordinator satuan tugas virus korona Gedung Putih Deborah Birx. "Kami tidak memiliki data yang menunjukkan hal itu."

Namun ia menambahkan tingkat kematian mereka lebih tinggi. [my/ii]

Lihat komentar (1)

Forum ini telah ditutup.
XS
SM
MD
LG