Tautan-tautan Akses

China, ASEAN akan Bina Konsensus Terkait Sengketa Maritim


KTT ASEAN-China di Vientiane, Laos, 7 September 2016. (Foto: dok).

China dan blok kuat negara-negara Asia Tenggara kemungkinan akan membahas sengketa mendalam maritim ketika para kepala negara mereka mengadakan pertemuan bulan depan, tetapi para analis mengatakan pembicaraan tidak akan menggunakan kata-kata yang menyinggung perasaan Beijing yang semakin dihormati itu.

Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara, ASEAN, yang beranggotakan 10 negara itu akan bertemu dengan para pejabat China tanggal 10 sampai 14 November di Manila. Pertemuan tersebut akan dipimpin oleh Filipina, sahabat Beijing dalam satu tahun ini, dan bertujuan untuk membina konsensus, bukan mengutarakan perbedaan-perbedaan pandangan.

Para analis memperkirakan pernyataan-pernyataan dari pertemuan itu akan dikeluarkan mengenai sengketa kedaulatan di Laut China Selatan, masalah maritim yang paling sulit di Asia, tanpa melakukan tudingan.

“Saya kira sengketa itu akan disebut, tetapi dengan menggunakan bahasa yang sangat umum dan meminta semua pihak agar menahan diri,” kata Oh Ei Sun, dosen pengkajian internasional di Universitas Nanyang, Singapura.

Sejak tahun 2010, Beijing telah menimbulkan kemarahan empat negara Asia Tenggara karena memperluas pengawalan pantai dan kehadiran militernya di laut seluas 3,5 juta kilometer persegi itu yang kaya sumber alam ikan dan bahan bakar. Zona ekonomi eksklusif anggota ASEAN, Brunai, Malaysia, Vietnam, dan Filipina tumpang-tindih dengan klaim China 90 persen laut tersebut. [gp]

XS
SM
MD
LG