Tautan-tautan Akses

Bahas Isu Perdagangan, Trump Bertemu Presiden China


Presiden AS Donald Trump berbicara dengan Presiden China Xi Jinping dalam pembukaan KTT G20 di Osaka Jepang, Jumat (28/6).

Presiden Amerika Donald Trump hari Sabtu (29/6) dijadwalkan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping dalam KTT G20 di Osaka Jepang, untuk berupaya memulai kembali perundingan perdagangan diantara kedua negara, yang bulan lalu gagal.

Ditanya VOA seusai pertemuannya dengan Presiden Brazil Jair Bolsonaro hari Jumat (28/6) soal apakah ia berharap Xi akan menawarkan perjanjian perdagangan dalam pertemuan hari Sabtu, Trump menjawab, “Kita lihat apa yang akan terjadi besok. Pertemuan itu akan menjadi hari yang sangat menyenangkan bagi banyak orang, termasuk dunia… Semoga hasilnya baik bagi kedua negara dan pada akhirnya akan berhasil.”

Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow pekan ini mengatakan bahwa Trump tidak menyetujui prasyarat apapun untuk melangsungkan pertemuan tingkat tinggi dengan Xi dan masih mempertahankan ancamannya untuk memberlakukan tarif baru terhadap barang-barang China.

Trump telah mengancam untuk mengenakan tarif baru bernilai 325 miliar dolar pada barang-barang China, yang akan mencakup hampir semua ekspor China ke Amerika yang selama ini belum termasuk dalam tarif 25% yang dikenakan terhadap impor China yang bernilai 250 miliar dolar.

China telah membalas pengenaan tarif itu dengan mengenakan tarif terhadap produk-produk Amerika, termasuk yang komoditas pertanian yang sudah memukul para petani Amerika.

Kepala Staf Wakil Presiden Mike Pence, March Short, hari Jum’at mengatakan “skenario terbaik” bagi pembicaraan kedua pemimpin hari Sabtu ini adalah dimulainya kembali perundingan perdagangan antara Amerika dan China.

Sebelas putaraan perundingan sebelumnya gagal meredakan kekhawatiran Amerika atas surplus perdagangan China yang besar dan akuisisi China atas teknologi Amerika.

Selain melangsungkan pertemuan dengan Presiden Xi Jinping, Presiden Trump juga dijadwalkan bertemu Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (em/pp)

Recommended

XS
SM
MD
LG