Tautan-tautan Akses

Austria Secara Bertahap Longgarkan Lockdown


Mahasiswa Universitas Wina yang memakai masker wajah belajar di dalam gereja Votivkirche di tengah wabah Covid-19, di Wina, Austria, 6 Oktober 2020. (Foto: REUTERS/Lisi Niesner)

Austria secara bertahap akan membuka kembali sekolah, museum, dan bisnis setelah pemberlakuan kebijakan lockdown selama beberapa minggu karena perebakan pandemi virus corona.

Kanselir Austria Sebastian Kurz, Senin (1/2), mengatakan murid sekolah dasar akan kembali ke sekolah minggu depan. Para siswa yang lebih senior akan digilir antara kembali ke sekolah untuk belajar secara tatap muka dan belajar virtual di rumah.

Pihak berwenang berencana meningkatkan pengujian COVID-19 pada siswa, dan orang-orang juga akan diuji sebelum mengunjungi penata rambut.

Bisnis harus membatasi jumlah pelanggan yang diizinkan masuk ke toko.

Museum, perpustakaan dan kebun binatang juga akan dibuka kembali, namun para pengunjung disyaratkan mengenakan masker FFP2 yang lebih efektif.

Kurz mengatakan jam malam akan tetap diberlakukan dan pemeriksaan di perbatasan akan ditingkatkan karena kekhawatiran akan mutasi varian virus itu.

“Kami harus memperketat kembali pemeriksaan di perbatasan. Kami tahu mutasi ini merupakan tantangan ekstrem buat kami karena memicu perebakan cepat virus tersebut, dan menjadi tantangan yang sama sekali baru bagi kami. Oleh karena itu kami akan memperketat pemeriksaan di perbatasan guna mencegah masuknya mutasi dari bagian lain dunia," ujar Kurz.

Pemerintah Austria juga berencana mengenakan sanksi yang lebih tegas terhadap orang-orang yang melanggar aturan lockdown setelah ribuan demonstran tidak mengabaikan aturan mengenakan masker dan pembatasan sosial dalam demonstrasi anti-lockdown pada Minggu (31/1) lalu. [em/jm]

Recommended

XS
SM
MD
LG