Tautan-tautan Akses

Amerika menyumbangkan pesawat pengintai dan mulai mengirimkan senjata ke Filipina pada hari Kamis untuk membantu sekutu Asia-nya melawan ISIS.

Dua pesawat Cessna C208B beserta perlengkapannya bernilai lebih dari $ 30 juta, untuk melacak orang-orang bersenjata ISIS dan melakukan patroli di perbatasan maritim Filipina disumbangkan oleh AS, kata duta besar AS Sung Kim dan Menteri Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana.

"Pesawat ini adalah yang terbaru, dan merupakan manifestasi dari persekutuan kami, sebuah kemitraan dua teman lama dan dua sekutu kuat yang bekerja sama, berjuang dan mengatasi kesulitan bersama," kata Kim dalam sebuah upacara serah terima di Manila.

Pesawat yang disumbangkan itu, bersamapenjualan peralatan pertahanan, merupakan dukungan terbaru AS untuk membantu Presiden Filipina, Rodrigo Duterte membasmi ISIS yang telah memerangi pasukan pemerintah di kota Marawi selama lebih dari dua bulan.

AS telah berperan besar sebagai pendukung untuk Manila dalam konflik Marawi, tantangan keamanan terbesar yang dihadapi pemerintah Duterte, meskipun ia berusaha melonggarkan persekutuan 65 tahun dengan Amerika (aliansi) dan mengusahakan hubungan lebih erat dengan China.

AS juga telah menerbangkan pesawat pengintai Orion P3 di atas Marawi, sementara pasukan Pasukan Khusus AS yang bermarkas di Mindanao, Filipina selatan, telah mengoperasikan pesawat nirawak (drone), keduanya ditujukan untuk membantu pasukan Filipina mencari militan yang terlindung dengan baik dalam pertempuran yang telah menewaskan lebih dari 600 orang.

Dalam beberapa bulan ke depan, Amerika juga akan menyerahkan sistem pengintaian udara untuk militer Filipina "untuk lebih meningkatkan kemampuan Manila dalam memerangi pihak-pihak yang mengancam perdamaian dan keamanan Filipina," kata Kim.

Lorenzana mengatakan kepada wartawan, pesawat pengintai Cessna akan berperan di Marawi, serta melakukan patroli di wilayah Laut China Selatan yang diklaim oleh Manila, tetapi dipersengketakan oleh China. [ps/jm]

XS
SM
MD
LG