Tautan-tautan Akses

Amerika Kutuk Penangkapan Ratusan Orang dalam Demonstrasi Besar-Besaran di Seluruh Rusia


Alexei Navalnya, pemimpin oposisi terkemuka di Rusia, ditahan polisi di pusat kota Moskow, Rusia, hari Minggu 26 Maret 2017 (foto: Evgeny Feldman untuk foto kampanye Alexey Navalny via AP)

Guna mendukung seruan pemimpin kelompok oposisi Alexei Navalny untuk menuntut akuntabilitas kalangan elit Rusia, puluhan ribu warga Rusia berdemonstrasi di kota-kota di seluruh Rusia.

Departemen Luar Negeri Amerika “mengutuk keras” penangkapan ratusan demonstran di seluruh Rusia hari Minggu (26/3), termasuk pemimpin kelompok oposisi di negara itu.

Puluhan ribu warga Rusia berdemonstrasi di kota-kota di seluruh Rusia guna mendukung seruan pemimpin kelompok oposisi Alexei Navalny untuk menuntut akuntabilitas kalangan elit Rusia. Hampir 500 orang ditangkap di sekitar lapangan Pushkin di Moskow, termasuk Navalny, karena melangsungkan demonstrasi tanpa ijin.

“Menangkap demonstran yang berunjukrasa secara damai, para pengamat hak asasi dan wartawan, merupakan penghinaan terhadap nilai-nilai utama demokrasi,” ujar juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Mark Toner dalam pernyataannya. Ditambahkannya, Amerika “prihatin” dengan penangkapan Navalny, yang telah mengumumkan rencana untuk bertarung dalam pemilu presiden tahun 2018 nanti.

Demonstran Coba Halangi Penangkapan Tokoh Oposisi Alexei Navalny

Navalny – yang dikenal sebagai kritikus Kremlin – ditangkap ketika ia tiba untuk bergabung dengan demonstrasi di Moskow itu. Beberapa laporan dari lokasi mengatakan polisi menempatkannya dalam sebuah truk yang dikelilingi ratusan demonstran yang berupaya membuka pintu truk dan mencegah terjadinya penangkapan itu.

Demonstrasi itu tampaknya menjadi wahana terbesar untuk mencurahkan ketidakpuasan warga sejak demonstrasi besar-besaran tahun 2011-2012 pasca kecurangan dalam pemilu parlemen.

“Ini merupakan peristiwa penting! Kami datang kesini untuk menyampaikan sikap sebagai warga,” ujar salah seorang demonstran yang hanya memperkenalkan diri sebagai “Alina.” “Kami masih warga negara ini,” tambahnya.

“Dengan kehadiran saya ini, saya menentang korupsi kekuatan inkumben,” ujar seorang demonstran lain. “Pihak berwenang tidak ingin bicara dengan rakyat mereka, mereka hanya berkomunikasi lewat metode pemaksaan”, tambahnya.

Navalny Rilis Laporan tentang Harta Milik PM Medvedev

Navalny menyerukan demonstrasi tersebut setelah awal bulan ini mempublikasikan laporan rinci yang menuduh Perdana Menteri Dmitry Medvedev memiliki koleksi rumah mewah, kapal pesiar dan kebun-kebun anggur lewat sebuah jaringan LSM bayangan.

Laporan ini telah dibaca lebih dari 11 juta kali di YouTube. Sejauh ini Medvedev belum memberi tanggapan apapun.

Lewat situs resminya, Navalny mengatakan 99 kota di Rusia berencana melangsungkan demonstrasi, tetapi otoritas lokal di 72 kota tidak memberi ijin.

Ada bagian yang kurang dalam laporan tentang demonstrasi yang disampaikan media resmi Rusia. Sebuah laporan pendek di Tass hanya mengatakan seorang polisi luka-luka dalam demonstrasi “tanpa ijin” di Moskow itu.

Navalny – yang telah mengumumkan niatnya untuk mencalonkan diri sebagai presiden dalam pemilu tahun depan – dalam beberapa pekan terakhir ini telah mengumpulkan pendukung di kota-kota besar Rusia. [em]

XS
SM
MD
LG