Tautan-tautan Akses

AS

Perkembangan Baru Ancam Hambat Investigasi tentang Rusia di Kongres


Ketua Komite Intelijen DPR Devin Nunes memberikan keterangan kepada wartawan di luar Gedung Putih, Washington, 22 Maret 2017. (AP Photo/Pablo Martinez Monsivais)

Pengungkapan kegiatan komunitas intelijen Amerika, yang biasanya dirahasiakan dan hanya diketahui orang dalam, segera menimbulkan keraguan mengenai kemampuan para legislator menyelidiki campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden tahun 2016.

Penyelidikan itu, yang dibayang-bayangi oleh klaim Presiden Donald Trump melalui Twitter bahwa ia telah “disadap” oleh pendahulunya, menghadapi kekacauan lebih lanjut hari Rabu. Legislator yang memimpin penyelidikan itu menuduh percakapan Trump dan stafnya memang terjaring dalam aktivitas pengumpulan intelijen yang tak disengaja.

Usai mengambil langkah tak biasa karena memberi pengarahan kepada presiden secara pribadi, Ketua Komite Intelijen DPR Devin Nunes mengatakan kepada wartawan bahwa informasi yang ia baca mengenai hal tersebut mengusiknya dan menurutnya hal itu juga mengusik Trump sendiri dan stafnya. Berbicara di luar Gedung Putih, Nunes mengatakan, komunikasi Trump dan tim transisinya jelas-jelas masuk dalam laporan intelijen.

Nunes menolak menyatakan dari mana ia memperoleh laporan intelijen itu, sehingga segera memicu kritik dari anggota senior Demokrat di Komite Intelijen DPR, yang menyebut tindakan Nunes “sangat memprihatinkan.”

Adam Schiff, anggota senior Demokrat di komite itu mengatakan, suatu komite penyelidik yang independen diperlukan jika Nunes terus menyampaikan informasinya ke Gedung Putih dan bukannya ke komite di DPR.

Senator John McCain, anggota terkemuka fraksi Republik, Rabu malam meminta dibentuknya komisi independen atau komite khusus untuk menyelidiki kasus ini, karena Kongres sendiri tidak lagi memiliki kredibilitas untuk melakukan investigasi tersebut. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG