Tautan-tautan Akses

Aliansi Gagal, Baku Tembak Pecah di Yaman


Asap mengepul akibat bentrokan antara pendukung mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh dan pemberontak Syiah Houthi di Sana'a, Yaman.
Asap mengepul akibat bentrokan antara pendukung mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh dan pemberontak Syiah Houthi di Sana'a, Yaman.

Baku tembak pecah di ibu kota Yaman, Sana’a, hari Minggu (3/12) sementara aliansi antara pemberontak Syiah yang didukung Iran yang dikenal sebagai Houthi dan mantan presiden Ali Abdullah Saleh sepertinya hancur berantakan.

Kedua pihak membentuk aliansi tiga tahun lalu dan menguasai ibukota, Sana’a, memaksa Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi yang diakui secara internasional lari dari negara itu dan meminta intervensi militer yang dipimpin Arab Saudi.

Kantor politik Houthi telah menuduh Saleh mendalangi “kudeta” terhadap “aliansi yang tidak pernah diyakininya” setelah dia menawarkan untuk memulai perundingan dengan koalisi Saudi.

Dalam pidato yang disiarkan TV, Saleh meminta diakhirinya pengepungan di pelabuhan-pelabuhan Yaman. Dan sebagai imbalannya, dia menawarkan untuk “membuka lembaran baru” dan “menghadapi mereka dengan cara positif.”

Berbagai bentrokan antara para pejuang yang setia kepada Saleh dengan Houthi pertama kali pecah pekan lalu ketika Saleh menuduh para pemberontak menyerbu masjid besarnya di Sana’a dan menyerang keponakannya, Tarek Saleh, komandan pasukan khusus yang berpengaruh.

Sekjen PBB Antonio Guterres hari Minggu mendesak para pihak yang bertikai di Yaman untuk menghentikan segala serangan darat dan udara. Dalam pernyataan hari Minggu, PBB mengatakan eskalasi dari bentrokan bersenjata dan serangan udara di Sana’a telah menyebabkan puluhan orang tewas dan ratusan luka-luka, termasuk warga sipil. [vm]

XS
SM
MD
LG