Tautan-tautan Akses

WHO: Wabah Virus Corona Belum Mencapai Tingkat Pandemi


Pejabat WHO mengatakan wabah virus corona belum mencapai tingkat pandemi (foto: ilustrasi).

Pejabat-pejabat kesehatan China mengatakan jumlah kasus baru dan kematian terkait virus baru corona hari Rabu (5/2) meningkat di daratan China dan negara-negara lain, menunjukkan bahwa virus itu masih menular.

Meskipun virus baru itu muncul di lebih banyak negara, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan wabah virus corona itu belum mencapai tingkat pandemi.

Kepala Urusan Kesiapan Risiko Penularan Dunia di WHO Sylvie Briand mengatakan, “Di luar China, kini terdapat 23 negara yang melaporkan kasus sporadis ini. Tujuannya adalah menghentikan penularan dan itulah sebabnya negara-negara kini menerapkan deteksi dini, isolasi dini dan perawatan pasien.”

Puluhan petugas medis di Hong Kong yang mogok kerja berdemonstrasi menuju kantor-kantor pemerintah Rabu pagi, menuntut untuk bertemu pemimpin eksekutif Hong Kong Carrie Lam.

Para petugas medis itu ingin agar pemerintah menutup perbatasan dengan China untuk melindungi wilayah itu dari virus baru corona itu. Mereka juga meminta kepastian dari pihak rumah sakit untuk menyediakan lebih banyak perlindungan dalam merawat kasus virus tersebut.

Sejak pertama kali terdeteksi di kota Wuhan, di bagian tengah China, Desember lalu, hingga Rabu, 5 Februari, sedikitnya 490 orang meninggal dunia, mayoritas di daratan China. Sedangkan lebih dari 24.000 lainnya tertular.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Jepang hari Rabu mengatakan 10 penumpang kapal pesiar yang sedang dikarantina di pelabuhan Yokohama positif mengidap virus corona itu.

Menteri Kesehatan Katsunobu Kato mengatakan pasien-pasien itu merupakan bagian dari 31 orang yang menjalani pemeriksaan kesehatan dan uji medis atas virus tersebut.

“Oleh karena itu sejak sekitar jam 7:30 pagi, Selasa, 4 Februari, orang-orang yang positif mengidap virus corona itu dibawa oleh petugas karantina. Dengan bantuan Penjaga Pantai Jepang, mereka dipindahkan ke fasilitas medis di prefektur Kanagawa,” kata Kato.

Kato mengatakan pemeriksaan kesehatan awal terhadap para penumpang kapal pesiar itu dimulai Senin malam (3/2) setelah seorang laki-laki tua dari Hong Kong yang berlayar dengan kapal itu bulan lalu dinyatakan positif terjangkit virus corona.

Sekitar 273 penumpang kapal pesiar itu diidentifikasi untuk diuji, dari 31 yang sudah diketahui hasilnya, 10 positif mengidap virus corona.

Menteri Kesehatan Jepang mengatakan sisa 3.700 penumpang kapal itu akan tetap dikarantina di kapal Carnival Corp itu selama 14 hari. [em/ka]

XS
SM
MD
LG