Tautan-tautan Akses

WHO Tak Rekomendasikan Pembatasan Perjalanan ke China


Pusat Pengendalian Penyakit Taiwan menggunakan thermal scanner untuk mengukur suhu tubuh para penumpang yang tiba dari Wuhan, pusat wabah virus Corona, 13 Januari 2020. (Foto: AFP)

Meskipun sejumlah maskapai penerbangan membatalkan rute penerbangan ke China dan penutupan ratusan toko Starbucks dan McDonalds, Dirjen Organisasi Kesehatan Dunia WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan WHO tidak merekomendasikan pembatasan perjalanan atau perdagangan ke China.

“Tidak ada alasan untuk mengambil langkah-langkah mencampuri secara tidak perlu perjalanan dan perdagangan internasional,” tegasnya. Ia mengatakan bahwa Presiden China Xi Jinping telah berkomitmen membantu menghentikan penularan virus itu di luar perbatasan negaranya.

“Dalam diskusi saya dengan presiden dan pejabat-pejabat lain, mereka bersedia sedapat mungkin mendukung negara-negara yang memiliki sistem kesehatan lebih lemah,” ujarnya.

Perancis, Kamis (30/1/2020), mengkonfirmasi bahwa seorang dokter yang kontak dengan seorang pasien pengidap virus corona telah ikut tertular. Dokter itu kini dirawat di sebuah ruang isolasi di rumah sakit di Paris.

Pakar wabah khawatir penularan virus baru dari pasien ke petugas medis mengisyaratkan bahwa virus itu telah beradaptasi menjadi penularan dari manusia-ke-manusia.

China melaporkan jumlah korban meninggal akibat virus corona hingga Kamis (30/1/2020) menjadi 170 orang. Lebih banyak negara yang melaporkan kasus baru, termasuk yang terjangkit dari warga yang dievakuasi dari Wuhan dan kemudian harus menjalani uji medis dan bahkan isolasi.

Mengikuti langkah Mongolia dan Korea Utara, Rusia pada Kamis mengumumkan akan menutup perbatasan dengan China sepanjang 2.600 mil, membatasi penyebrangan untuk mencegah meluasnya virus mematikan itu. Rusia telah secara de facto menutup perbatasan saat libur Tahun Baru Imlek, tetapi akan memperpanjang penutupan itu hingga 1 Maret. [em/pp]

XS
SM
MD
LG