Tautan-tautan Akses

WHO Pimpin Aksi Darurat untuk Cegah Wabah Kolera di Afrika Barat

  • Lisa Schlein

Tim media menyeberangi sungai Ouaddi, Chad untuk mencapai anggota masyarakat yang menderita kolera, 21 September. (VOA/André Kodmadjingar)

Kampanye vaksinasi darurat kini berlangsung di Nigeria timur laut untuk mencegah wabah kolera mematikan yang menyebar ke negara-negara lain. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) langsung mempimpin gerakan itu.

WHO melaporkan situasi kolera yang berpotensi menghancurkan itu muncul di Negara Bagian Borno di Nigeria timur laut. Selama beberapa bulan terakhir, dikatakan 2.600 kasus penyakit fatal yang telah mengakibatkan 48 kematian itu mewabah di bekas kubu Boko Haram. Kelompok militan itu selama ini mengobarkan perang untuk mendirikan negara Islam di Nigeria timur laut.

Dominique Legros adalah koordinator penanggulangan kolera di departemen penyakit pandemi dan epidemi WHO. Dia mengatakan bahwa wabah tersebut, yang berpusat di kamp-kamp pengungsi, menyebar ke wilayah-wilayah lain di Nigeria timur laut, dan ke negara-negara tetangga termasuk Chad dan Kamerun utara.

Legros mengatakan 900.000 orang di negara bagian tersebut akan menerima vaksin kolera oral untuk segera mengatasi penyebaran penyakit itu.

“Begitu berjangkit, setelah menyebar, penyakit ini sangat sulit untuk dibendung dan kami menghadapi sejumlah besar kasus dan kematian. Jadi, wabah ini terjadi di Nigeria, dan mudah-mudahan, tidak sampai ke Chad, karena di Chad sudah terjadi wabah, di bagian timur negara itu di dekat perbatasan dengan Sudan, di mana terjadi 344 kasus dan 49 kematian,” paparnya.

Legros mengatakan wabah itu menyebabkan kematian sekitar 14 persen penderitanya. Dia mencatat bahwa angka itu termasuk sangat tinggi untuk wabah kolera, yang biasanya memiliki tingkat kasus kematian kurang dari satu persen.

WHO memperkirakan penyakit kolera secara global menjangkiti sekitar 2,9 juta orang, dab menyebabkan 95.000 kematian. WHO melaporkan bahwa Yaman mengalami epidemi kolera terburuk di dunia, di mana terjadi hampir 690.000 kasus dan lebih dari 2.000 kematian.

WHO mengungkapkan keprihatinannya tentang situasi di Afrika, di mana badan tersebut melaporkan puluhan ribu kasus dan ribuan kematian, di antaranya di Somalia, Sudan Selatan, Sudan, Republik Demokratik Kongo timur, Kenya dan Tanzania. [lt/ab]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG