Tautan-tautan Akses

Waspada 'Sexting' Pada Remaja di Era Digital


Sebuah studi baru menunjukkan, dewasa ini, satu dari empat remaja pernah mengirim pesan seksual atau sexting melalui ponsel pintar mereka. (Foto: ilustrasi).

Sebagai orang tua, Anda perlu semakin waspada. Sebuah studi baru menunjukkan, dewasa ini, satu dari empat remaja pernah mengirim pesan seksual atau sexting melalui ponsel pintar mereka.

Fakta ini terungkap dalam jurnal JAMA Pediatrics edisi Maret. Kesimpulan ini diperoleh dari studi kompilasi 39 proyek riset terpisah antara Januari 1990 dan Juni 2016, dengan lebih dari 110 ribu partisipan yang berumur 11 hingga 17 tahun.

Studi itu mendapati, meningkatnya jumlah remaja yang terlibat dalam mengirim dan menerima foto, video atau teks bernuansa seksual terkait dengan meningkatnya akses mereka ke ponsel. Kata studi itu pula, remaja terlibat dalam sexting umumnya sebagai cara mereka mengeksplorasi ketertarikan mereka pada orang lain.

Doktor Jeff Temple, guru besar psikologi di Universitas Texas, salah satu penulis bersama laporan itu mengatakan, “Mereka tidak sepenuhnya paham. Karena banyak teman sebaya mereka yang melakukannya, mereka menganggap itu sebagai sesuatu yang wajar. Ini sangat mengkhawatirkan. Mereka menganggap itu sebagai cara berkomunikasi dewasa ini.”

Lebih jauh ia mengatakan, kebanyakan remaja yang diteliti menyadari apa yang mereka lakukan itu beresiko. Namun, itu tidak menghentikan keinginan mereka untuk ber-sexting. Mengapa?

“Ada bagian otak yang disebut frontal lube, yang membuat kita membuat keputusan yang baik. Pada remaja, bagian itu belum berkembang dengan baik. Akibatnya remaja, memiliki kontrol yang rendah atas apa yang mereka lakukan,” jelasnya.

Sudah menjadi pengetahuan umum, hubungan cinta remaja biasanya seumur jagung. Bukan tidak mungkin, apa yang telah mereka kirimkan secara online bisa beredar ke orang-orang atau situs-situs yang tidak diinginkan. Bahkan, bukan tidak mungkin, foto atau video bugil yang mereka kirimkan bisa menjadi alat yang dimanfaatkan pihak tertentu untuk memeras atau mengancam.

Kepada para orangtua, Temple menyarankan agar mereka aktif terlibat dalam kehidupan digital anak remaja mereka.

“Saya ingin orang tua mengecek ponsel anak-anak mereka. Bukan untuk menghukum, melainkan untuk mengajarkan mereka bagaimana cara berkomunikasi yang aman di dunia digital”. [ab/uh]

Sumber : nbc.com, ehow.com

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG