Tautan-tautan Akses

AS

Wabah Flu di AS: Kematian Anak Hingga 84 Orang


Kilian Daugherty (1 tahun) diperiksa setelah mengalami gejala sakit flu, di sebuah rumah sakit di Thomaston, Georgia (9/2).

Balai Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit pemerintah AS (CDC) mengatakan 84 anak telah meninggal dalam musim flu tahun ini, salah satu musim flu paling parah sejak pandemi flu babi pada tahun 2009.

Dalam laporan Jumat (16/2) dari badan kesehatan masyarakat tersebut, para ahli mengatakan jenis flu yang sangat kuat tahun ini masih tersebar di 48 dari 50 negara bagian AS, hanya negara bagian Hawaii di Pasifik dan negara bagian Oregon yang terkecuali.

Laporan Jumat juga mengatakan bahwa untuk minggu yang berakhir 27 Januari, hampir 10 persen surat kematian di AS menunjukkan flu atau pneumonia sebagai penyebabnya. Laporan tersebut mencatat bahwa sekitar satu dari 13 kunjungan dokter selama waktu itu disebabkan oleh gejala flu, yang sebenarnya tidak lebih buruk dari laporan sebelumnya - yang berarti peningkatan stabil pada jumlah total akhir tahun lalu dan awal tahun ini telah mereda.

Dalam laporan terpisah Kamis, para ahli CDC melaporkan bahwa vaksin flu tahun ini hanya sekitar efektif 25 persen untuk mencegah jenis flu yang dominan tahun ini, walaupun tingkat keberhasilannya lebih tinggi di antara anak-anak.

CDC mengatakan sebagian besar kematian anak-anak akibat flu tahun ini dan di musim-musim sebelumnya adalah anak-anak yang belum divaksinasi. Dan pada hari Kamis, penjabat direktur CDC Anne Schuchat mengatakan kepada wartawan bahwa musim flu A.S. tahun ini, yang dia sebut "menantang dan intens," diperkirakan akan berlangsung beberapa minggu lagi. [as/al]

XS
SM
MD
LG