Tautan-tautan Akses

Aleksandar Vucic Dilantik sebagai Presiden Baru Serbia


Presiden baru Serbia, Aleksandar Vucic, melambai kepada para pendukungnya usai upacara pelantikan di Beograd, Rabu (31/5).

Aleksandar Vucic telah dilantik sebagai presiden Serbia hari Rabu (31/5) berjanji untuk mengupayakan perdamaian dan kestabilan di kawasan Balkan yang jemu akan perang sementara memperkuat militer negara itu.

Vucic seorang mantan ultra nasionalis yang menyatakan diri sebagai reformis pro Uni Eropa secara resmi mengundurkan diri hari Rabu dari jabatan perdana menteri setelah menang mutlak dalam pemilu presiden bulan April.

Pihak oposisi yang menuduh adanya kecurangan termasuk membungkam media selama kampanye pemilu hari Rabu merencanakan demonstrasi menentang kekuasaan otoriter Vucic.

“Kita harus menciptakan kawasan dimana perbedaan adalah sebuah keuntungan bukan alasan untuk bentrokan,” kata Vucic dalam pidato pelantikannya.

“Sudah cukup pemakaman di Balkan sudah saatnya memberi kelahiran,” tambahnya merujuk pada perang di kawasan Eropa selatan pada tahun 1990-an ketika ia berperan aktif sebagai pendukung perluasan perbatasan Serbia yang merugikan negara—negara tetangganya.

“Sementara kita berbicara kepada semua kita juga harus memperkuat kapasitas pertahanan kita,” kata Vucic.

Ia mengatakan bahwa Serbia tidak akan bergabung dengan NATO atau menjadi “anggota aliansi militer lainnya”.

Ia mengatakan bahwa Serbia tidak akan bergabung dengan NATO atau menjadi “anggota aliansi militer lainnya”. [my/al]

XS
SM
MD
LG