Tautan-tautan Akses

Serbia: Putin Setuju untuk Mengirim Persenjataan dalam Jumlah Besar ke Negara-Negara Balkan

  • Associated Press

Sebuah tank T-72 Rusia diturunkan dari kendaraan pengangkut hari Kamis tanggal 28 April 2016 untuk latihan parade militer Hari Kemenangan di Lapangan (Istana) Dvortsovaya, St. Petersburg, Rusia, tanggal 9 Mei nanti (foto: AP Photo/Dmitri Lovetsky)

Menteri Pertahanan Serbia mengatakan presiden Rusia, Vladimir Putin, telah berjanji untuk menandatangani pengiriman pesawat-pesawat tempur, tank-tank tempur dan kendaraan-kendaraan lapis baja ke Serbia.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah berjanji untuk menandatangani pengiriman pesawat-pesawat tempur, tank-tank tempur dan kendaraan-kendaraan lapis baja ke Serbia, ujar menteri pertahanan negara Balkan tersebut hari Selasa, yang dapat memperburuk ketegangan dengan negara-negara tetangga dan memicu perlombaan senjata di kawasan yang rentan terhadap meletusnya pertempuran.

Menteri Pertahanan Zoran Djordjevic mengatakan Putin sepakat untuk menyetujui pengiriman selama kunjungan PM Serbia, Aleksandar Vucic, ke Moskow hari Senin. Ia mengatakan enam pesawat tempur MiG-29, 30 tank T-72, dan 30 kendaraan lapis baja BRDM-2 akan segera dikirimkan.

“Presiden Federasi Rusia mengatakan ia akan menandatangani surat keputusan, dan begitu ditandangani, ia akan menindaklanjutinya,” ujar Djordjevic. “Kami menunggu untuk proses finalisasi dari Rusia dan melihat bagaimana (perlengkapan) tersebut akan dikirimkan ke Serbia.”

Jet-jet tersebut harus melewati negara-negara anggota NATO sebelum tiba di Serbia. Atau, mereka harus dikirimkan dalam kondisi belum dirakit dan diterbangkan dalam pesawat angkut, apabila negara-negara tetangga setuju.

Djordjevic mengatakan jet-jet, tank, dan kendaraan tempur – yang disumbangkan dari cadangan persenjataan dari Rusia tanpa dikenakan biaya – akan “dimoderinisir secara penuh dan diperbaharui” di Serbia oleh para teknisi Rusia untuk biaya yang tidak diungkapkan. Diperkirakan pembaharuan pesawat-pesawat MiG itu saja akan membebani Serbia dengan biaya 200 juta euro ($216 juta).

Sebelumnya Djordjevic mengatakan bahwa Serbia juga tertarik untuk membeli sistem pertahanan udara dari Rusia selain juga membuka pusat perbaikan untuk helikopter-helikopter MIL buatan Rusia, yang dipercaya para analis, tidak berbeda dengan mengizinkan pembukaan pangkalan militer Rusia di wilayahnya.

Secara resmi Serbia dalam tahap untuk bergabung dengan Uni Eropa, namun di bawah tekanan politik dan propaganda dari Rusia semakin merapat ke arah Kremlin dan tujuannya untuk menjauhkan negara-negara di kawasan Balkan dari NATO dan integrasi lainnya dengan Barat.

Para pejabat Uni Eropa telah menyuarakan kekhawatirannya atas pengaruh Rusia yang semakin meningkat di kawasan Balkan sebelah Barat, yang telah menjadi saksi atas perang saudara yang banyak menumpahkan darah di tahun 1990-an.

Sementara itu saingan Serbia dan anggota NATO, Kroasia, sedang dalam tahap pengadaan untuk pesawat tempur baru untuk menggantikan pesawat-pesawat MiG 21 yang semakin uzur.

Dua pesaing utama dalam kontrak yang akan direncanakan berdasarkan laporan adalah AS dengan Lockheed Martin F-16 dan Swedia dengan JAS-39 Gripen nya. [ww]

XS
SM
MD
LG