Tautan-tautan Akses

Demokrasi Eropa Alami Penurunan akibat Kebangkitan Populisme


Hongaria di bawah pimpinan Perdana Menteri Viktor Orban menempati peringkat demokrasi paling rendah di Eropa tengah (foto: ilustrasi).

Organisasi Freedom House mengatakan demokrasi selama tahun 2016 mengalami penurunan pada separuh lebih dari 29 negara yang di survei di Eropa Timur, Balkan dan Eurasia. Ini adalah penurunan terbesar kedua dalam sejarah 22 tahun laporan tahunan itu dan disebabkan oleh kebangkitan populisme di kawasan “negara-negara transit” di mana para pemimpin secara terbuka menyerang demokrasi liberal.

Menurut laporan organisasi Freedom House, Hongaria di bawah pimpinan Perdana Menteri Viktor Orban sekarang menempati peringkat paling rendah di Eropa tengah.

Nate Schenkkan dari Freedom House berbicara lewat Skype.

“Kalau kita berbicara mengenai populisme di Eropa Tengah, Orban adalah yang pertama. Ia menciptakan semacam model bagi negara-negara anggota bahkan bagi Uni Eropa untuk menolak demokrasi.”

Sebagaimana di Hongaria yang hari Minggu dilanda demonstrasi pro demokrasi, pemimpin Polandia juga dikecam oleh Freedom House karena menyerang pengadilan konstitusional dan meremehkan sistem check and balances negara itu.

Rusia ditempatkan pada peringkat hampir paling bawah dalam survei itu meskipun laporan itu mengakui masyarakat madani yang maju dan media yang independen terus hidup meski ada upaya-upaya untuk menggilasnya. Tapi mantan pejabat Bank Sentral Rusia, Sergey Aleksashenko tidak sepakat.

"Kita mungkin mengatakan ada beberapa kebebasan internet tapi 80% penduduk Rusia mendapat berita dari TV dan tidak ada stasiun televisi yang tidak diatur oleh pemerintah. Orang mungkin berpendapat ada kebebasan informasi tapi menurut pandangan pribadi saya, itu merupakan penilaian salah yang sangat serius mengenai apa yang terjadi di Rusia,” kata Aleksashenko.

Di negara-negara Balkan, nilai demokrasi pada empat negara menurun termasuk di Masedonia dan Serbia tapi demokrasi dikedua negara lainnya membaik.

Di Eurasia, survei itu menempatkan Kirgistan kembali masuk dalam kategori Rejim Otoriter Terkonsolidasi, klasifikasi yang ditinggalkan Kirgistan setelah pemilu parlemen yang kompetetif tahun 2011.

Laporan itu mengatakan korupsi di Eurasia menurun pada 5 dari 12 negara namun mencapai titik rendah baru di Azerbaijan,

Turkmenistan dan Uzbekistan. Meskipun survei itu menunjukkan beberapa perbaikan di Belarus namun ada larangan demonstrasi jalanan baru-baru ini dimana ratusan ditangkap dan sebagaian diseret atau dipukuli oleh polisi.

Freedom House mengatakan Ukraina, Rumania dan Kosovo sebagai negara yang baik dalam survei itu karena melakukan reformasi struktural secara bertahap. [my/ii]

XS
SM
MD
LG