Tautan-tautan Akses

AS

Veteran Tentara AS Kecam Trump karena Pecat Letkol Vindman


Presiden Donald Trump dan para veteran Perang Dunia II dalam upacara peringatan 75 tahun pendaratan di Normandia, di Colleville-sur-Mer, Normandia, Perancis, 6 Juni 2019.

Lebih dari 1.000 orang veteran tentara Amerika Serikat dari ke-5 angkatan menandatangani pernyataan yang isinya mengecam keras tindakan Presiden Donald Trump karena memecat Letkol Alexander Vindman. Vindman dipecat sehubungan dengan kesaksiannnya dalam sidang pemakzulan Trump belum lama ini.

Vindman adalah anggota Dewan Keamanan Nasional dan pakar tentang Ukraina. Ia memberikan kesaksian dalam sidang-sidang pemakzulan Trump pada November lalu. Dalam sidang itu, Vindman menyatakan keprihatinannya atas usaha Trump mendorong Presiden Ukraina untuk menyelidiki Joe Biden, calon presiden saingannya dalam pilpres yang akan diadakan tahun ini.

Surat kabar Military Times menerbitkan pernyataan itu dan para penandatangan menyerukan pada veteran lainnya untuk ikut menyatakan protes mereka.

Kata pernyataan itu, “tindakan dan penghinaan” yang dilancarkan Trump terhadap Vindman tampaknya hanya didorong oleh keinginan untuk membalas dendam, “dan akibatnya Gedung Putih kehilangan seorang ahli yang diperlukan untuk mempertahankan keamanan nasional kita.”

Kode etik militer AS mewajibkan para anggota militer menggunakan saluran-saluran militer resmi untuk melaporkan tindakan yang salah, tetapi melarang mereka untuk menyampaikan pendapat secara terbuka.

Kata kelompok veteran itu, Presiden Trump tahu tentang hal ini dan yakin bahwa ia bisa bebas menyerang Vindman secara lisan.

“Kami menganggap serangan Presiden Trump secara terus-menerus atas seorang perwira yang masih berdinas aktif, sebagai penghinaan atas konstitusi yang harus kita junjung tinggi. Karena itu kami angkat bicara karena Letkol Vindman dan rekan-rekannya yang masih berdinas aktif tidak bisa melakukan hal ini.”

Pernyataan para veteran itu juga mengecam apa yang mereka sebut sebagai hubungan Trump dengan para penjahat perang, dan usahanya mengecilkan cedera otak yang diderita sejumlah tentara Amerika dalam serangan misil Iran atas sebuah pangkalan militer di Irak.

Gedung Putih belum mengeluarkan komentar atau jawaban atas pernyataan para veteran itu. [ii/ft]

XS
SM
MD
LG