Tautan-tautan Akses

AS

Pada Veterans Day, Trump Puji Tewasnya Pemimpin ISIS


Presiden AS Donald Trump berbicara dalam peringatan Hari Veteran, Senin (11/11).

Sebagai Presiden pertama Amerika yang menjabat yang menghadiri pawai Hari Veteran di kota New York dan meletakkan karangan bunga di Eternal Light Memorial, Donald Trump memberi penghormatan kepada para pejuang yang hadir, di antara mereka adalah veteran Perang Dunia II.

Hari Senin (11/11) pagi pada pembukaan pawai tahunan ke-100, Trump mengatakan "Kami berjanji akan selalu menghormati veteran kami. Kalian adalah pahlawan terbesar Amerika yang masih hidup dan kami akan menghormati kalian sekarang, selalu dan selamanya."

Trump juga mencatat salah satu hal penting dalam pemerintahannya, yang dibayangi oleh penyelidikan pemakzulan terhadapnya di DPR yang dikuasai fraksi Demokrat.

Merujuk serangan yang dilakukan pasukan khusus Amerika bulan lalu terhadap pemimpin kelompok ISIS, Trump mengatakan, "Al-Baghdadi sudah mati. Orang nomor duanya sudah mati dan kami mengincar orang nomor 3. Kerajaan terornya sudah tamat dan musuh kita lari terbirit-birit, sangat ketakutan."

Kelompok teror itu pada 31 Oktober, mengukuhkan kematian Abu Bakar al-Baghdadi, dan menyebut penggantinya adalah Abu Ibrahim al-Hashimi al-Qurayshi.

Ucapan presiden mendapat tepuk tangan meriah dari massa di Madison Square Park. Tetapi sebagian orang di dekatnya tidak menyambut Trump dengan hangat di kota tempat tinggalnya.

"Ketika Trump mulai berbicara, keriuhan muncul dari sisi barat taman di 5th Avenue. Ketika suara Trump terdengar dari pengeras suara, seruan 'Tahan dia' terdengar dari massa," tulis wartawan Los Angeles Times Eli Stokols yang ia kirim ke koresponden Gedung Putih lainnya.

Presiden AS Donald Trump berbicara dalam peringatan Hari Veteran di New York, Senin (11/11).
Presiden AS Donald Trump berbicara dalam peringatan Hari Veteran di New York, Senin (11/11).

Kesaksian terbuka proses pemakzulan dimulai hari Rabu, setelah sebelumnya dilakukan tertutup di Gedung Kongres Amerika di mana saksi ditanya tentang apakah Trump meminta Ukraina menyelidiki keluarga mantan Wakil Presiden dan saingan politik, Joe Biden, yang sedang berusaha mendapatkan nominasi Partai Demokrat dalam pemilihan presiden tahun depan.

Sebagian anggota fraksi Demokrat telah menyimpulkan bahwa tindakan Trump adalah pelanggaran hukum dan presiden harus dimakzulkan.

Jika DPR memakzulkan Trump, Senat, yang dikuasai fraksi Republik, partai Trump, akan dipaksa bersidang untuk memutuskan apakah presiden harus dicopot dari jabatannya.

Senin pagi di Twitter, Trump mengklaim, tanpa menyebut secara spesifik bahwa transkrip dari sidang tertutup "telah diedit," dan mengulangi seruan agar ketua Komisi Intelijen DPR Adam Schiff diselidiki atas tuduhan penipuan.

Transkrip deposisi bisa diakses saksi untuk diperiksa sebelum dirilis. Redaksinya, kata komisi intelijen, memang "diedit supaya tidak mencakup informasi yang rahasia dan sensitif."

Presiden Trump berulang kali menyebut prosedur pemakzulan terhadapnya adalah penipuan dan mengada-ada, dan diprovokasi lawan-lawan politiknya.(ka/jm)

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG