Tautan-tautan Akses

AS

Veteran Mulai Rasakan Dampak Buruk ‘Shutdown’ Pemerintah AS


Anggota Marinir AS Terri Shreiner mengibarkan bendera AS dalam pawai di Washington Memorial, menuntut penghentian penutupan sebagian kegiatan pemerintah, di Washington, 15 Oktober 2013.

Penutupan sebagian kegiatan pemerintah AS memasuki lebih dari tiga minggu dan ratusan ribu pegawai federal yang terkena dampak pertikaian politik adalah veteran militer. Menurut data terbaru pemerintah jumlah veteran sekitar sepertiga dari pegawai pemerintah federal.

Pagi di rumah Holmquist tampak seperti pagi biasa. Anak-anak mengepak makan siang; Carey Holmquist menyeduh kopi, lalu pergi ke sekolah.

Tapi yang lain dari biasanya adalah Tyler Holmquist, pekerja Dinas Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai AS, masih di rumah. Ia adalah salah seorang dari ratusan ribu pekerja federal yang dirumahkan secara paksa dalam penutupan sebagian kegiatan pemerintah AS dan tidak bisa bekerja atau mendapat gaji.

"Kita mulai menyesuaikan. Mengurangi makan di luar. Berusaha menghemat perjalanan untuk menghemat bensin," kata Tyler Holmquist.

Holmquist adalah seorang veteran, seperti salah satu dari tiga pekerja federal. Selama 24 tahun, ia mengabdi pada Korps Marinir, meneruskan tradisi keluarga pejuang sejak Perang Dunia I. Ia menganggap pekerjaannya di Departemen Keamanan Dalam Negeri sebagai kelanjutan dari pengabdiannya.

"Mendukung dan membela konstitusi, mendukung dan membela negara adalah hal yang dengan mudah membuat seorang anggota Angkatan Laut terabaikan," ujar Terry.

Carey selama bertahun-tahun tidak bekerja dan memilih untuk di rumah merawat anak-anak selama Tyler mendapat penugasan militer dan selama keluarga sering pindah. Tapi itu segera akan berakhir.

"Sebenarnya saya mungkin akan melamar pekerjaan karena kita tidak tahu berapa lama ini akan berlangsung," tutur Carey.

Kantor Holmquist, Dinas Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai, berada di pusat kebuntuan politik yang memicu perumahan paksa sebagian pegawai pemerintah AS.

"Banyak orang yang kita bicarakan terkait pembayaran gaji setuju dengan saya,” kata Presiden Donald Trump.

Apakah ia yang dimaksud presiden?

"Saya sangat mendukung tembok atau penghalang dan keamanan yang lebih baik. Di sisi lain, saya mulai terbangun di malam hari dan merasa stres karena tidak mendapatkan gaji," kata Carey

Mereka berharap para pemimpin dengan cepat akan melakukan pekerjaannya, sehingga Tyler bisa kembali bekerja. [my]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG