Tautan-tautan Akses

AS

Upaya Pencarian Korban Gedung Apartemen yang Roboh di Miami Berlanjut


Para petugas penyelamat masih terus melakukan pencarian korban di antara puing-puing gedung apartemen "Champlain Towers South condominium" di Miami, Florida yang roboh hari Kamis (24/6).

Upaya pencarian korban gedung kondominium yang roboh di Surfside, dekat Miami, hingga hari Minggu (27/6) masih terus berlanjut. Sejauh ini sudah sembilan orang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, sementara 151 lainnya masih belum diketahui kondisinya karena diperkirakan terjebak di antara reruntuhan bangunan. Walikota Surfside yakin ada sesuatu yang salah dengan robohnya gedung 12 lantai itu.

Inilah petikan pernyataan Walikota Miami-Dade Daniella Levine Cava Minggu pagi (27/6) ketika mengumumkan bahwa lima mayat lagi berhasil dievakuasi dari reruntuhan gedung kondominum yang ambruk Kamis dini hari (24/6). Daniella mengatakan tim penyelamat terus berupaya mencari dan mengevakuasi lebih banyak korban dengan menggunakan peralatan berat dan teknologi infrared, air dan busa untuk memadamkan api yang menyulitkan proses pencarian.

Ketika roboh, gedung dengan 136 unit kondominum yang dibangun pada tahun 1980an itu, diperkirakan dihuni oleh sedikitnya 160an orang, sebagian besar pensiunan dan mereka yang ingin berlibur di pantai. Hanya ada satu anak laki-laki berusia 16 tahun yang berhasil diselamatkan dari musibah itu, sementara sembilan lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal. Pihak berwenang masih berupaya mengidentifikasi korban yang telah ditemukan.

Sebagaimana dilaporkan Associated Press, Walikota Surfside, Charles Burkett mengatakan kepada wartawan, ia tidak habis pikir bagaimana gedung ini bisa roboh begitu saja.

Foto udara gedung kondominium berlantai 12 yang roboh di Surfside, dekat Miami, Florida, hari Kamis (24/6).
Foto udara gedung kondominium berlantai 12 yang roboh di Surfside, dekat Miami, Florida, hari Kamis (24/6).

“Saya tahu ada bangunan yang sama roboh dengan alasan yang tidak dapat dijelaskan. Gedung-gedung di Amerika tidak roboh begitu saja. Ini bukan negara dunia ketiga di mana fenomena seperti ini merupakan hal yang biasa. Ini negara maju. Jadi ada sesuatu yang sangat salah yang terjadi pada gedung ini dan kita harus mencari tahu. Namun hal itu tidak akan dilakukan hari ini, atau besok, atau lusa. Prioritas utama kita saat ini adalah menemukan dan mengeluarkan korban dari reruntuhan bangunan dan memberi dukungan kepada keluarga mereka,” ungkapnya.

Berbicara pada stasiun televisi NBC hari Kamis, Burkett mengatakan “tidak ada alasan sebuah gedung bisa roboh begitu saja kecuali ada sesuatu yang menggeser pondasi atau penyangga dari bawah, atau tersapu air atau ombak, atau ada sinkhole dan hal-hal seperti itu.” Ditambahkannya, “ini seperti ada ledakan bom, tapi kami yakin tidak ada bom yang meledak di sana.”

Pihak berwenang mengatakan akan memulai pemeriksaan atau inspeksi darurat Champlain Towers North, yang berada di dekat Champlain Towers South yang ambruk, untuk memastikan gedung itu masih aman untuk ditinggali. Kedua kompleks gedung yang hanya berjarak kurang dari 100 meter itu dibangun oleh pengembang yang sama. Sebelum inspeksi ini selesai, seluruh penghuni gedung akan direlokasi ke tempat lain.

Secara terpisah pihak berwenang Amerika juga mengumumkan dimulainya audit atas pemeriksaan gedung-gedung berumur hampir 40 tahun untuk memastikan agar musibah robohnya Champlain Towers South tidak terulang lagi.

Warga mengenang para korban setelah robohnya gedung apartmene di Surfside, dekat Miami Beach, Florida (26/6).
Warga mengenang para korban setelah robohnya gedung apartmene di Surfside, dekat Miami Beach, Florida (26/6).

Korban yang masih terperangkap di reruntuhan bangunan itu diperkirakan tidak saja warga Amerika, tetapi juga warga negara lain. Sejumlah keluarga korban di Amerika Latin telah meminta aparat negara masing-masing untuk membantu proses pencarian. Diantaranya adalah keluarga ibu negara Paraguay yang beberapa anggota keluarga sedang berada di gedung itu untuk libur musim panas.

Menteri Luar Negeri Paraguay Euclides Acevedo mengatakan pada media lokal bahwa sedikitnya ada enam warga negaranya yang masih belum diketahui nasibnya.

Sementara Direktur Urusan Konsuler di Kedutaan Besar Venezuela di Washington DC mengatakan pihaknya mendapat laporan dari sedikitnya enam keluarga yang menjadi korban. Empat diantara mereka berusia 20 tahunan, dua lainnya berusia 65-75 tahun. [em/jm]

Lihat komentar (1)

Forum ini telah ditutup.
XS
SM
MD
LG