Tautan-tautan Akses

UNICEF: Pengungsi Anak-Anak Venezuela Perlu Akses Layanan Dasar


Franyelis (8), menyuapi adiknya yang masih bayi, Joneiber sementara ibu mereka Francibel Contreras memegang semangkok nasi dan telur di daerah kumuh Petare, Caracas, Venezuela, 14 Februari 2019 . (Foto: dok).

UNICEF menyatakan sekitar 1,1 juta anak-anak Venezuela akan memerlukan “perlindungan dan akses ke layanan dasar di seantero Amerika Selatan dan Karibia pada tahun 2019.”

Jumlah tersebut mencakup anak-anak yang mengungsi dari Venezuela, serta mereka yang kembali dan tinggal di tengah komunitas asuh dan transit.

Proyeksi itu, sebut badan anak-anak PBB itu dalam suatu pernyataan hari Jumat, merupakan tambahan dari hampir setengah juta anak-anak yang sekarang ini membutuhkan “layanan penting seperti perlindungan, layanan kesehatan, dan pendidikan di negara-negara yang menerima mereka untuk tinggal atau transit” yang sudah merasakan tekanan akibat tambahan anak-anak itu.

UNICEF menyatakan mitra-mitranya di kawasan – Brazil, Kolombia, Ekuador, Guyana, Panama, Peru, Trinidad dan Tobago – memperkirakan hingga 4,9 juta orang – dewasa dan anak-anak – akan membutuhkan bantuan tahun ini karena pergolakan politik dan ekonomi di Venezuela yang membuat warganya terpaksa mengungsi.

UNICEF telah meminta bantuan 69,5 juta dolar untuk memenuhi kebutuhan pengungsi anak-anak Venezuela yang tinggal di kawasan.

Maria Cristina Perceval, direktur regional UNICEF untuk kawasan Amerika Selatan dan Karibia menyatakan, “UNICEF tergerak oleh upaya negara-negara untuk bersama-sama mengupayakan solusi regional terhadap tantangan yang ditimbulkan oleh migrasi berskala besar, yang sesuai dengan standar internasional dan undang-undang nasional, seperti protokol yang diberlakukan Ekuador untuk melindungi pengungsi anak-anak.”

UNICEF menyatakan “prihatin dengan laporan mengenai xenofobia, diskriminasi dan kekerasan yang dilakukan terhadap anak-anak dan keluarga Venezuela di tengah komunitas yang menerima mereka.” [uh]

Recommended

XS
SM
MD
LG