Tautan-tautan Akses

Uni Eropa Pertimbangkan Vaksinasi Wajib untuk Lawan Varian Omicron


Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen membuka pertemuan Uni Eropa di Brussels, Belgia (1/12).

Para pemimpin Uni Eropa, Rabu (1/12), mengatakan sedang mempertimbangkan sejumlah opsi kesehatan masyarakat, termasuk mandat vaksin, untuk mengatasi meningkatnya ancaman yang ditimbulkan oleh varian virus omicron yang menyebabkan COVID-19.

Berbicara kepada para wartawan di Brussel, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan saat ini tidak banyak yang diketahui tentang varian tersebut, tetapi cukup untuk mengkhawatirkannya. Ia mengatakan Uni Eropa mengharapkan para ilmuwan akan mengetahui sifat varian ini dalam waktu sekitar dua hingga tiga minggu, tetapi untuk sementara berharap yang terbaik dan bersiap menghadapi yang terburuk.

Von der Leyen mengatakan penggunaan terbaik dari selang waktu itu adalah memvaksinasi lebih banyak warga, dan mereka yang telah divaksinasi harus mendapatkan suntikan penguat atau booster. Ia mengatakan lebih dari sepertiga populasi Eropa — 150 juta orang — belum divaksinasi.

Presiden Komisi Eropa itu mengatakan bahwa meskipun tidak semua orang bisa divaksinasi, sebagian besar orang bisa.

“Ini perlu didiskusikan. Ini membutuhkan pendekatan bersama, tetapi ini adalah diskusi yang menurut saya harus dilakukan," katanya.

Von der Leyen mengatakan Pfizer-BioNTech telah mengisyaratkan bisa mempercepat produksi dan pendistribusian vaksinnya untuk anak-anak, yang akan tersedia di Eropa mulai 13 Desember.

Von der Leyen juga mengatakan Pfizer dan Moderna akan mengirimkan 360 juta dosis lagi vaksinnya pada akhir Maret 2022, dan booster (suntikan penguat) tersedia bagi mereka yang telah menerima suntikan awal.

Komisi itu juga mendesak anggota Uni Eropa untuk berkomitmen pada peninjauan per hari mengenai pembatasan perjalanan dan kesiapan untuk memberlakukan semua pengawasan yang diperlukan, termasuk tindakan tegas, jika klaster varian omicron ditemukan. [my/lt]

Recommended

XS
SM
MD
LG