Tautan-tautan Akses

Perebakan Varian Omicron, Afrika Selatan Hindari Pemberlakuan Lockdown 


Seorang calon penumpang pesawat menjalani tes usap PCR untuk mendeteksi COVID-19 di bandara Johannesburg, di tengah perebakan varian Omicron di Afrika Selatan (28/11).

Meskipun ada peningkatan kasus virus corona di Afrika Selatan di mana varian baru omicron terdeteksi, negara ini tidak melakukan penutupan wilayah yang lebih ketat. Namun, Presiden Cyril Ramaphosa mengatakan kepada mereka yang belum divaksinasi bahwa kini sudah waktunya untuk menerima vaksin.

Warga Afrika Selatan merasa lega bisa mengawali minggunya seperti hari Senin lainnya. Sepanjang akhir pekan terjadi ketegangan yang tinggi selagi masyarakat menunggu tanggapan pemerintah terhadap varian omicron.

Tetapi Presiden Cyril Ramaphosa Minggu (28/11) malam kepada bangsanya mengatakan meskipun kasus virus corona meningkat, langkah-langkah pemakaian masker saat ini dan larangan keluar rumah setelah tengah malam sudah cukup.

Ramaphosa mengatakan sementara dunia belajar untuk hidup dengan virus, vaksinasi adalah kunci untuk menjaga negara itu tetap terbuka. Menurut data pemerintah, sekitar 41 persen orang dewasa di Afrika Selatan telah divaksinasi.

Ramaphosa juga mengatakan bahwa sudah waktunya warga yang lainnya melakukan vaksinasi. “Masih ada terlalu banyak orang yang meragukan dan menolak untuk divaksinasi. Vaksinasi sejauh ini merupakan cara paling penting untuk melindungi diri kita dan orang-orang di sekitar kita dari serangan varian Omicron untuk mengurangi dampak dari gelombang keempat dan membantu memulihkan kebebasan sosial yang kita semua dambakan.”

Presiden Afsel Cyril Ramaphosa menerima vaksinasi COVID-19 produksi Johnson and Johnson di RS Khayelitsha dekat Cape Town (foto: dok).
Presiden Afsel Cyril Ramaphosa menerima vaksinasi COVID-19 produksi Johnson and Johnson di RS Khayelitsha dekat Cape Town (foto: dok).

Presiden Afsel itu juga memperingatkan pemerintah sedang menjajaki kebijakan kewajiban vaksin untuk bisa mengakses layanan atau tempat tertentu. Barista Allen Mphole mengatakan hal itu akan menyulitkan polisi dan bisa menyebabkan perpecahan sosial.

“Kita akan melihat pertengkaran di mana ada orang-orang yang tidak percaya pada vaksin tetapi ada orang-orang lain yang mempercayainya. Jadi, itu akan menimbulkan ketegangan bukan saja antara pelanggan dengan orang yang melayani mereka, tetapi juga di antara pelanggan sendiri.”

Varian omicron memicu larangan perjalanan yang meluas ke Afrika selatan oleh Inggris, Amerika , Uni Eropa, dan negara-negara lain. Ramaphosa menyebutkan nama-nama negara dalam pidatonya Minggu malam. Ia mengatakan keputusan negara-negara tersebut tidak didasarkan pada ilmu pengetahuan dan secara tidak adil menghukum ekonomi negara-negara miskin.

Afrika Selatan Hindari Lockdown dan Anjurkan Vaksinasi
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:03:05 0:00


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut larangan perjalanan tidak efektif dan mengatakan negara-negara seharusnya melakukan pengujian untuk mencegah penyebaran virus. Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, Senin mengingatkan kembali tidak ada wilayah dunia yang aman dari virus, sampai semua warga dunia aman, dan mengingatkan gentingnya situasi dunia. Ia juga mengatakan dunia tidak seharusnya menghukum negara di mana varian virus itu ditemukan.

“Kita harus berterima kasih kepada Afrika Selatan dan Botswana karena telah mendeteksi, mendaftar, dan melaporkan varian ini, bukannya malah menghukumnya. Memang, Omicron menunjukkan mengapa dunia memerlukan kesepakatan baru tentang pandemi," ujar Tedros.

Larangan perjalanan telah diberlakukan di benua itu, dan Mauritius, Rwanda, dan Kenya melakukan pembatasan penerbangan.

Inggris mengatakan penerbangan ke Afrika Selatan akan dilanjutkan minggu ini, meskipun karantina selama 10 hari di hotel akan diwajibkan bagi orang-orang yang datang di negara itu. [my/lt]

Lihat komentar (1)

Forum ini telah ditutup.

Recommended

XS
SM
MD
LG