Tautan-tautan Akses

UE, China Perbaharui Komitmen Perangi Perubahan Iklim


Dari kiri: Presiden Dewan Eropa Donald Tusk, PM China Li Keqiang dan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker berpose pada KTT Uni Eropa-China di Brussels, Belgia, Jumat (2/6).
Dari kiri: Presiden Dewan Eropa Donald Tusk, PM China Li Keqiang dan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker berpose pada KTT Uni Eropa-China di Brussels, Belgia, Jumat (2/6).

Uni Eropa dan China menegaskan komitmen mereka pada kesepakatan iklim Paris 2015, sehari setelah Amerika mengumumkan penarikan dirinya. Sebuah pernyataan gabungan antara Uni Eropa dan China mengatakan, perubahan iklim dan energi bersih akan menjadi pilar utama dari hubungan bilateral mereka. Perdana Menteri China Li Keqiang berada di Brussels, Belgia, untuk menghadiri KTT bisnis Uni Eropa-China.

Ketua Dewan Eropa Donald Tusk mengatakan, perang melawan perubahan iklim akan diteruskan dengan atau tanpa Amerika.

“Hari ini China dan Eropa telah memperagakan solidaritas bersama generasi mendatang dan tanggung jawab untuk seluruh planit. Kami yakin bahwa keputusan yang diambil kemarin merupakan kesalahan yang besar,” kata Tusk.

Perdana Menteri China Li mengatakan, penting bagi China dan Uni Eropa agar hubungan mereka menjadi lebih stabil:

“Kami berpendapat bahwa ada perubahan-perubahan dalam situasi internasional dan akan ada peningkatan ketidak pastian serta faktor-faktor destabilisasi. Ini membutuhkan upaya kita untuk mengatasi isu-isu yang ada,” kata Li.

Selain perubahan iklim, isu-isu lain yang dibahas pada KTT Uni Eropa China ini adalah perdagangan, investasi, krisis migrasi, Korea Utara, dan kemitraan keamanan di Afrika. [jm]

XS
SM
MD
LG