Tautan-tautan Akses

Turki Lakukan Pembicaraan Pertama dengan Taliban di Kabul


Migran Afghanistan duduk di pusat deportasi di kota Van, Turki yang berbatasan dengan Iran, Senin, 23 Agustus 2021. (AP Photo/Emrah Gurel)
Migran Afghanistan duduk di pusat deportasi di kota Van, Turki yang berbatasan dengan Iran, Senin, 23 Agustus 2021. (AP Photo/Emrah Gurel)

Presiden Recep Tayyip Erdogan, Jumat (27/8) mengatakan Turki telah mengadakan pembicaraan pertamanya dengan Taliban di Kabul, seraya menambahkan bahwa Ankara masih menilai tawaran kelompok Islamis itu untuk menjalankan bandara di ibu kota Afghanistan.

Pemimpin Turki itu mengatakan pembicaraan dilakukan di area militer di bandara Kabul, di mana kedutaan Turki berlokasi sementara.

“Kami mengadakan pembicaraan pertama dengan Taliban, yang berlangsung 3,5 jam,” kata Erdogan kepada wartawan. “Jika diperlukan, kami akan mendapat peluang untuk mengadakan pembicaraan semacam itu lagi.”

Menanggapi kritik di dalam negeri terkait keterlibatan Turki dengan kelompok pemberontak itu, Erdogan mengatakan Ankara tidak memiliki “kemewahan” untuk berdiam diri di wilayah yang bergejolak itu.

“Anda tidak tahu apa ekspektasi mereka atau apa ekspektasi kami tanpa melakukan pembicaraan. Diplomasi apa? Inilah diplomasi,” kata Erdogan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memberikan keterangan kepada media di Bandara Ataturk sebelum bertolak ke Bosnia, di Istanbul, Jumat, 27 Agustus 2021.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memberikan keterangan kepada media di Bandara Ataturk sebelum bertolak ke Bosnia, di Istanbul, Jumat, 27 Agustus 2021.

Turki telah berencana akan membantu mengamankan dan menjalankan bandara Kabul yang strategis itu. Tetapi pada hari Rabu, Turki mulai menarik keluar pasukannya dari Afghanistan, suatu pertanda Ankara meninggalkan rencana itu.

Erdogan mengatakan Taliban kini ingin mengawasi keamanan di bandara, sambil menawari Ankara opsi untuk menjalankan logistiknya.

Tetapi ia mengatakan serangan bom bunuh diri yang menewaskan sedikitnya puluhan warga sipil dan 13 tentara AS di luar bandara pada hari-hari terakhir upaya evakuasi darurat pada hari Kamis (26/8) menunjukkan pentingnya mengetahui rincian mengenai bagaimana bandara itu akan diamankan.

“Mereka mengatakan, ‘Kami akan menjamin keamanan, Anda yang mengoperasikan bandara’. Turki belum membuat keputusan apapun mengenai masalah ini,” kata Erdogan. Ia menambahkan bahwa keputusan akan diambil begitu situasi tenang. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG