Tautan-tautan Akses

Tunjukkan Dukungan pada KPU, Warga Kirim Karangan Bunga


Berbagai karangan bunga yang merupakan dukungan warga kepada KPU untuk menuntaskan penghitungan suara pemilu 2019. (VOA/Sasmito)

Warga di DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Jumat (19/4) mengirimkan karangan bunga dengan berbagai pesan untuk memberikan dukungan kepada KPU, di tengah klaim kemenangan kedua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, dan tudingan bahwa pemilu telah dicurangi.

Puluhan karangan bunga dari berbagai wilayah di sekitar Jakarta terus berdatangan ke markas Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga Minggu (21/4) malam. Karangan tersebut tampaknya merupakan dukungan kepada KPU yang tengah menuntaskan penghitungan suara pemilu 2019. Menurut petugas jaga KPU, total ada lebih dari 100 karangan bunga yang menumpuk di sepanjang jalan trotoar di depan KPU.

Karangan bunga tersebut mulai berdatangan sejak hari Jumat (19/4/2019) guna memberikan dukungan KPU dalam menyelesaikan tugas pemilu 2019, di tengah klaim kemenangan yang disampaikan kedua kubu pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

Pesan di papan karangan bunga itu cukup beragam, lucu dan kritis. Misalnya pesan “Kami Percaya KPU,” atau “Kami Bersama KPU,” atau “We Falling In Love with KPU, Thank You for Great Hard Work and Being Fair.”

Berbagai karangan bunga yang merupakan dukungan warga kepada KPU. (VOA/Sasmito)
Berbagai karangan bunga yang merupakan dukungan warga kepada KPU. (VOA/Sasmito)

Ada pula yang menyampaikan dukungan pada masing-masing pasangan calon, seperti “Orang Baik Jadi Presiden Lagi,” atau “Bravo 02.” Sementara pengirim karangan bunga itu pun berasal dari komunitas sungguhan hingga yang tampaknya bercanda, seperti Alumni PL, Komunitas Yang Ngarep Selfie dengan Jokowi, atau Komunitas Tolak Gebrak Podium.

Tak heran jika warga yang lewat atau sengaja datang ke KPU tersenyum-senyum membaca pesan-pesan karangan bunga itu. Antara lain warga Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Elizabeth Lin.

"Bunganya banyak ya, berarti respons masyarakatnya positif. Jadi semoga apapun hasilnya nanti, masyarakat tetap terima apapun hasilnya. Tetap NKRI," jelas Elizabeth Lin, Minggu (21/4).

Warga berdatangan memberikan dukungan kepada KPU untuk menuntaskan penghitungan suara pemilu 2019. (VOA/Sasmito)
Warga berdatangan memberikan dukungan kepada KPU untuk menuntaskan penghitungan suara pemilu 2019. (VOA/Sasmito)

Sementara warga Kebon Sirih, Jakarta, Christina Ray yang juga datang melihat karangan bunga, mengatakan ingin memberikan dukungan kepada KPU agar tidak takut dari tekanan pihak-pihak lain.

"Saya juga memberikan dukungan kepada KPU. Supaya hasilnya yang dihitung benar-benar tidak ada kecurangan atau apapun. Sesuai quick count yang ada. Jadi jangan sampai KPU takut karena ada yang tidak puas dari hasil yang mereka hitung," jelas Christina.

Pantauan VOA, karangan bunga juga mengundang beberapa pengemudi yang kebetulan lewat di jalan raya depan KPU. Sambil mengemudi sebagian dari mereka terlihat mengambil gambar bunga-bunga yang menumpuk di KPU.

Adapun ukuran karangan bunga yang dikirim warga berkisar 1,5 meter x 2 meter. Menurut pengantar bunga, harga karangan bunga tersebut sebesar Rp800 ribu per karangan bunga.

Karangan bunga seperti ini pernah juga dikirim ratusan warga untuk memberi dukungan kepada mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pasca vonis di PN Jakarta Utara pertengahan 2017 lalu. (sm/em)

XS
SM
MD
LG