Tautan-tautan Akses

AS

Trump Ungkap Kebijakan Baru Terkait Afghanistan


Presiden Donald Trump berbicara di Fort Myer di Arlington, Senin, 21 Agustus 2017. Trump memaparkan kebijakan pemerintah terkait strategi untuk memenangkan perang di Afghanistan.

Setelah bertahun-tahun mengecam perang Afghanistan sebagai pemborosan yang tidak ada manfaatnya, Presiden Donald Trump hari Senin (21/8) menjelaskan mengapa sekarang ia berpendapat adalah demi kepentingan Amerika untuk mempertahankan komitmen terkait Afghanistan.

Dalam pidato dari sebuah pangkalan militer di luar kota Washington, Trump mengungkap, tanpa memberikan rincian, “pendekatan berbasis kondisi” untuk mengalahkan terorisme di Afghanistan dan menegaskan Amerika tidak akan lagi menggunakan tentaranya untuk membangun demokrasi atau membangun kembali negara lain.

Sasarannya, menurut Trump, adalah menghentikan timbulnya kembali tempat berlindung bagi teroris yang mengancam Amerika dan memastikan mereka tidak memiliki senjata nuklir.

“Kita tidak berbicara mengenai jumlah tentara atau rencana kita bagi kegiatan militer lebih jauh,” kata Trump kepada sekitar 2.000 tentara di Pangkalan Militer Gabungan Myer Henderson Hall. “Kondisi di lapangan, bukan jadual asal-asalan yang akan menjadi pedoman strategi kita dari sekarang. Musuh Amerika tidak boleh tahu rencana kita. Saya tidak akan mengatakan kapan kita akan menyerang, tetapi kita akan menyerang,” kata Trump.

Menurut sumber-sumber yang tidak mau disebut namanya, Trump telah menyetujui pengiriman 4.000 tentara tambahan ke Afghanistan. Sekarang ini, ada sekitar 8.400 tentara Amerika di Afghanistan yang sebagian besar menjadi penasihat tentara setempat, meskipun ada yang mengemban tugas kontra-terorisme terhadap kelompok seperti Taliban dan ISIS.

Presiden Trump tidak memberikan batas waktu untuk keterlibatan tentara Amerika di Afghanistan​.

Tentara Angkatan Darat Nasional Afghanistan berjaga di pos pemeriksaan di pinggiran kota Kabul, Afghanistan, 21 Agustus 2017.
Tentara Angkatan Darat Nasional Afghanistan berjaga di pos pemeriksaan di pinggiran kota Kabul, Afghanistan, 21 Agustus 2017.

Afghanistan, Perang Terlama

Pada acara yang sama, Presiden Trump mengatakan warga Amerika sudah bosan karena tidak dicapai kemenangan dalam perang paling lama dimana Amerika terlibat. Namun, menarik diri dari Afghanistan secara terburu-buru akan menciptakan kevakuman yang akan diisi oleh teroris, katanya.

Trump mengatakan "kita harus mengupayakan hasil yang terhormat dan lestari sesuai dengan pengorbanan besar yang sudah diberikan, terutama pengorbanan nyawa."

Ditambahkan, ancaman keamanan di Afghanistan dan kawasan Asia Selatan “sangat besar.”

Menurut Trump strategi baru akan mencakup pendekatan regional untuk Asia Selatan, dimana Amerika akan mengupayakan hubungan yang ditingkatkan dengan India. Ia menegaskan Amerika akan mengambil sikap lebih tegas terhadap Pakistan, yang dituduhnya memberikan tempat berlindung kepada “agen-agen kekacauan, kekerasan, dan teror.”

Kementerian Luar Negeri Amerika hari Senin mengatakan, Menteri Luar Negeri Rex Tillerson telah berbicara melalui telepon dengan Perdana Menteri Pakistan Shahid Khaqan Abbasi, Menteri Luar Negeri India Sushma Swaraj, dan Menteri Luar Negeri Afghanistan Salahuddin Rabbani mengenai bagaimana Amerika akan bekerja sama dengan masing-masing negara itu dalam upaya menstabilkan Asia Selatan melalui strategi terpadu regional baru. [ds]

XS
SM
MD
LG