Tautan-tautan Akses

Setelah bertahun-tahun menilai perang Amerika di Afghanistan sebagai "pemborosan 100 persen," Presiden Donald Trump hari Senin diharapkan bisa menjelaskan mengapa ia kini percaya, adalah demi kepentingan Amerika untuk tetap berkomitmen pada negara di Asia Selatan tersebut.

Dalam pidato malam dari pangkalan militer di luar Washington, Trump mungkin akan mengumumkan pengerahan ribuan tentara Amerika tambahan ke Afghanistan, bagian dari perubahan strategi yang lebih luas, menurut laporan. Keputusan Trump menyusul hasil kajian ulang kebijakan selama berbulan-bulan tentang konflik yang sudah berlangsung 16 tahun itu, yang telah menjadi perang Amerika terlama.

Berbicara hari Minggu, Menteri Pertahanan Jim Mattis menolak berkomentar tentang hal-hal khusus, termasuk jumlah pasukan, tetapi ia mengatakan "sangat nyaman bahwa proses pembentukan strategi itu cukup mendalam." Ia juga menekankan rencana presiden tidak hanya terkait Afghanistan, tetapi strategi di "Asia Selatan" sepenuhnya.

Gedung Putih hanya mengatakan bahwa pidato Trump akan membeberkan "jalan maju" untuk Afghanistan.

Jenderal-jenderal Amerika menyarankan Trump untuk mengirim ribuan tentara lagi guna memecah kebuntuan dan merebut kembali wilayah dari Taliban, yang menguasai hampir separuh negara itu. Tetapi Trump, yang mengampanyekan kebijakan luar negeri "Amerika Dulu", enggan menyediakan lebih banyak sumber daya ke negara itu.

James Dobbins, utusan khusus Amerika untuk Afghanistan dan Pakistan tahun 2013-2014, mengatakan Trump dihadang pilihan antara "kalah dan tidak kalah."

Kebijakan Trump untuk Afghanistan mungkin tidak akan berbeda jauh dari strategi yang ada, ujar wakil direktur program Asia di Wilson Center dan cendekiawan senior Asia Selatan Michael Kugelman.

Afghanistan sejauh ini menjadi subyek perdebatan penting dalam pemerintahan Trump. [ka/ii]

XS
SM
MD
LG