Tautan-tautan Akses

AS

Trump Tuduh Obama Sadap Komunikasi Kantornya sebelum Pilpres


Presiden AS Donald Trump melakukan pembicaraan telepon di Gedung Putih (foto: dok).

Presiden Amerika Donald Trump menuduh pendahulunya, Barack Obama, menyadap komunikasi kantor-kantornya di Trump Tower di kota New York sebelum pemilihan presiden bulan November tahun 2016.

Dalam beberapa cuitan di akun Twitter-nya hari Sabtu (4/3), Trump menyebut penyadapan yang dituduhkannya itu seperti skandal politik "Watergate" yang akhirnya mengakibatkan peletakan jabatan mantan Presiden Amerika Richard Nixon pada tahun 1974.

Trump tidak memberi bukti atas tuduhan penyadapan itu.

Dalam sebuah tweet lainnya, mantan analis Badan Keamanan Nasional dan perwira kontra-intelijen John Schindler, berpendapat tuduhan presiden itu mungkin termasuk dalam Undang-Undang Pengintaian Intelijen tahun 1978 (FISA), yang mengizinkan dilakukannya pengintaian legal dan pengumpulan informasi terhadap negara-negara asing dan agen-agennya.

Hari Jumat (3/3), situs internet Breibart News memuat laporan mengenai tuduhan pengasuh acara radio konservatif Mark Levin bahwa Obama melakukan apa yang disebutnya “kudeta diam-diam” terhadap presiden dengan menggunakan siasat penguasa otoriter yang mengerahkan polisi rahasia untuk memata-matai warga.

Penasihat strategis Gedung Putih Trump, Stephen Bannon, pernah menjabat sebagai ketua eksekutif Breibart News, sebelum ia diangkat oleh Trump ke jabatannya yang sekarang.

Kantor Obama belum menanggapi tuduhan itu.

Tuduhan tersebut dikeluarkan sementara pemerintahan Trump menghadapi tekanan yang meningkat dari beberapa penyelidikan FBI dan Kongres AS mengenai hubungan komunikasi antara para anggota tim kampanyenya dan para pejabat Rusia. [gp]

XS
SM
MD
LG