Tautan-tautan Akses

Trump Janjikan Insentif bagi Perusahaan dan Perorangan di Tengah Wabah Corona


Presiden AS Donald Trump bertemu para pemimpin bisnis (layanan kesehatan) untuk membahas langkah terkait virus corona di Gedung Putih, Selasa (10/3).

Presiden AS Donald Trump hari Selasa (10/3) sore bertemu dengan para pemimpin Kongres AS untuk membahas keringanan pemotongan pajak gaji sebagai bagian dari upaya untuk memberikan "bantuan besar" bagi bisnis dan perorangan yang kesulitan secara finansial akibat wabah virus corona.

Presiden AS Donald Trump hari Senin (9/3) malam kepada wartawan mengatakan, “Kami juga akan membicarakan bantuan bagi penerima upah per jam sehingga mereka tidak kehilangan gaji karena bekerja untuk perusahaan kecil, besar di banyak perusahaan, sehingga mereka tidak mendapatkan sanksi karena hal yang bukan kesalahan mereka."

Trump mengemukakan hal itu di ruang rapat Gedung Putih.

Ketika harga saham anjlok hari Senin, di tengah perang harga minyak dan krisis virus corona, Trump bertemu dengan penasihat ekonominya, termasuk Menteri Keuangan Steven Mnuchin, yang memberinya pilihan kebijakan untuk menghadapi ancaman yang dengan cepat melanda perekonomian.

"Ekonomi akan sangat baik setahun dari sekarang," prediksi Mnuchin, yang menjawab pertanyaan wartawan, bersama Wakil Presiden Mike Pence, setelah kehadiran singkat Trump di ruang pertemuan pers.

Trump mengumumkan akan mengadakan konferensi pers di Gedung Putih , hari Selasa yang akan berfokus pada langkah-langkah ekonomi.

Industri perjalanan AS, yang setiap tahunnya menghasilkan lebih dari $ 1,6 triliun dalam perekonomian dan diperkirakan akan sangat terpukul karena wabah virus corona merupakan salah satu bidang penting yang akan mendapat bantuan pemerintah.

"Kita juga bekerja sama dengan industri-industri termasuk industri maskapai penerbangan, industri kapal pesiar, yang pasti akan terpukul," kata Trump.

Amerika "akan menggunakan semua perangkat" untuk melawan dampak virus corona, kata Mnuchin, yang mengumumkan Gedung Putih akan mengadakan pertemuan minggu ini dengan para pejabat bank.

Ketika saham-saham Dow Jones Industrial Average anjlok lebih dari 2.000 poin dalam perdagangan Senin pagi, Trump, melalui Twitter, menyalahkan anjloknya pasar itu pada Arab Saudi dan Rusia yang memperdebatkan harga dan aliran minyak.

"Itu (pertikaian Rusia-Saudi soal harga minyak) dan Berita Palsu, adalah alasan anjloknya pasar," demikian cuitan Trump.

Namun, Ketua DPR Nancy Pelosi mengatakan penanganan presiden terhadap wabah virus corona di AS menyebabkan ketidakpastian di pasar.

"Saya kira yang terjadi adalah cerminan dari kurangnya kepercayaan, jadi kita berharap apa yang diputuskan oleh Gedung Putih akan lebih konsisten dengan apa yang disampaikan para penasihat kesehatan," kata Pelosi. "Kita berharap daripada menuding, Trump akan kembali bergabung dengan para profesional layanan kesehatannya yang memberi saran kepadanya dan kita semua, dalam agenda pemerintah yang terkoordinasi dengan baik."

Pence, pada penjelasan singkat kepada wartawan Senin, tidak secara langsung menjawab pertanyaan wartawan, apakah penurunan harga saham mungkin akibat persepsi, tanggapan Gedung Putih terhadap krisis virus corona mencerminkan kurangnya kepemimpinan dan pandangan ke depan.

"Saya benar-benar yakin rakyat Amerika bisa melihat presiden mengutamakan kesehatan rakyat Amerika," kata wakil presiden.

Perdagangan saham Dow ditutup hampir 7,8% pada Senin, mencatat penurunan terbesarnya dalam satu hari sebesar 2.013,76.

Setelah bel pembukaan perdagangan hari Selasa di Wall Street, saham-saham memulihkan sebagian kerugian mereka dengan semua indeks utama menguat.

Jumlah kasus virus corona yang berasal dari China, yang dikonf irmasi di Amerika lebih dari 700, termasuk setidaknya 26 kematian. [my/lt]

Lihat komentar

Recommended

XS
SM
MD
LG