Tautan-tautan Akses

Aktivis Desak Perawatan Virus Corona untuk Imigran Ilegal di AS 


Perawat Jess White memegang hasil sapuan hidung seorang pasien di lokasi tes virus corona, flu dan RSV, di Seattle, Washington, Senin, 9 Maret 2020. (Foto: Reuters)

Pembela hak-hak imigran dan masyarakat kesehatan pada Senin (9/3) mendesak para imigran ilegal di Amerika Serikat untuk memeriksakan diri jika mereka curiga telah terjangkit virus corona. Seruan itu muncul meski pemerintahan Trump baru-baru ini membatasi penggunaan sumber daya public oleh para imigran.

Koalisi untuk Hak-Hak Imigran yang Manusiawi (Coalition for Humane Immigrant Rights of Los Angeles/CHIRLA) mengatakan, status imigrasi jangan menghalangi akses ke layanan medis dan pencegahan penyebaran virus corona.

“Meskipun kebijakan imigrasi yang ketat berdampak pada Anda, hal itu bukan alasan untuk menghindari akses ke perawatan,” kata Louise McCarthy, CEO dari Asosiasi Klinik Masyarakat di Los Angeles County. Organisasi ini mewakili klinik masyarakat dan pusat kesehatan nirlaba di daerah itu.

“Kami bisa mencari cara bagi Anda memperoleh layanan medis tanpa mempengaruhi status imigrasi Anda dan peluang Anda menjadi warga negara,” katanya.

Membatasi penyebaran virus korona membutuhkan diagnosa segera. Untuk banyak imigran, hal itu berarti mereka seperti harus keluar dari persembunyian mereka.

Warga yang tidak punya status imigrasi yang sah acapkali menghindari fasilitas rumah sakit. Ini adalah kecenderungan yang makin marak setelah pemerintahan Trump memberlakukan “public charge rule”. Ini adalah aturan yang bisa menolak status kependudukan untuk imigran berpenghasilan rendah apabila mereka menggunakan program bantuan publik.” [jm/pp]

XS
SM
MD
LG