Tautan-tautan Akses

Ribuan Penumpang Segera Tinggalkan Kapal Pesiar Grand Princess


Kapal pesiar 'Grand Princess' terlihat di Port of Oakland di kota Oakland, California, Senin 9 Maret 2020.

Perusahaan Princess Cruises, Senin (9/3) dini hari, mengkonfirmasi bahwa para penumpang kapal pesiar Grand Princess akan diturunkan secara bertahap di Port of Oakland mulai Senin, 9 Maret 2020 setelah berhari-hari terkatung-katung di lepas pantai San Francisco akibat virus corona.

Penurunan (disembarkasi) para penumpang kapal pesiar Grand Princess yang separuhnya adalah warga California itu, direncakan akan dilakukan secara bertahap, sesuai prioritas dan arahan pejabat negara bagian dan setempat. Proses ini akan berlangsung selama beberapa hari.

Kapal pesiar ini mengangkut 3.533 orang dengan 2.422 penumpang dan 1.111 awak, yang berasal dari 54 negara. Sebanyak 21 orang dari kapal ini dinyatakan positif corona, dua penumpang dan 19 sisanya ABK. Grand Princess memperkerjakan 57 ABK WNI.

Para penumpang kapal Grand Princess dari Port Oakland akan diangkut ke pangkalan militer di California, Texas dan Georgia, di mana mereka akan menjalani tes virus COVID-19 dan dikarantina.

Para awak kapal akan tetap berada di kapal demikian pula ke 19 awak yang terinfeksi virus akan dirawat di kapal.

Ribuan penumpang masih berada di atas kapal pesiar 'Grand Princess' di Port of Oakland, Oakland, California, Senin 9 Maret 2020.
Ribuan penumpang masih berada di atas kapal pesiar 'Grand Princess' di Port of Oakland, Oakland, California, Senin 9 Maret 2020.

Pejabat federal dan negara bagian California, kini dalam situasi genting memantau puluhan ribu warganya yang dikhawatirkan terinfeksi. Korban meninggal pertama di negara bagian ini diketahui sebelumnya menumpang kapal Grand Princess.

Gavin Newsom, Gubernur California mengatakan, "Seperti yang sudah diketahui, ia (korban meninggal) berada di kapal pesiar yang sama yang sebelumnya berangkat dari San Francisco ke Meksiko pada 11 Februari hingga 21. Kita sedang memantau 1.540 warga California yang berada di kapal pesiar pertama itu."

Hari Sabtu (7/3), kapal pesiar lainnya Panorama Carnival yang sedianya bertolak dari Long Beach, California, juga tidak diizinkan bertolak karena seorang penumpangnya yang diduga terpapar corona. Kapal ini baru diizinkan berangkat setelah penumpang tersebut dipastikan tidak terpapar virus corona.

Putu Ekok, seorang ABK WNI yang bekerja di perusahaan yang sama dan kapalnya sedang berada di Tampa, Florida, merasa was-was.

“Jadi tamunya itu harusnya sudah pulang dari cruising tapi dibalikin lagi tamunya ke kamar gara-gara tidak bisa disembark, tidak mengerti kenapa, di tempat saya bekerja juga sudah bingung, tidak mengerti,” ujar Putu Ekok.

Menurut Ida Bagus Ngurah Ardha, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Bali, tempat keberangkatan terbesar ABK WNI, ribuan bahkan mungkin puluhan ribu WNI diperkirakan bekerja di kapal-kapal pesiar di seluruh dunia.

“Kita bersumber data dari BP3 TKI, sekitar 3500, 3400 tapi kalau yang datanya agen yang izinnya dari perhubungan, 11 ribuan jadi total sekitar 14 ribuan, kurang lebih,” ungkapnya.

Sebagian perusahaan pelayaran yang mempekerjakan WNI ini berbasis di Amerika di mana kasus corona, sejauh ini telah menginfeksi sedikitnya 624 orang dan menewaskan 22 orang.

Hingga laporan ini diturunkan Kemenlu dan KJRI LA belum memberikan informasi apakah ada di antara ABK WNI yang terkena corona. [my/lt]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG